Wisata di Bali saat Nyepi, Wisatawan Bisa Lakukan 3 Aktivitas Seru Ini

Vien Dimyati
Kegiatan yang bisa dilakukan di Bali saat Nyepi (Foto: Instagram nina_belinda)

JAKARTA, iNews.id - Nyepi merupakan Hari Raya umat Hindu yang dilaksanakan setiap Tahun Baru Saka. Umat Hindu percaya ini menjadi hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup.

Di Bali, Perayaan Nyepi diselenggarakan pada 7 Maret 2019. Nyepi diadakan sehari penuh, yaitu mulai pukul 06.00 (7 Maret) hingga 06.00 pagi (8 Maret) WITA.

Ketika Nyepi, umat Hindu akan menghentikan seluruh keiatan dan aktivitas. Bahkan, wisatawan juga tidak terlihat di tempat-tempat wisata.

Wisatawan hanya boleh melakukan kegiatan seperti biasa. Tetapi tidak boleh keluar penginapan atau hotel. Lantas, apa saja yang bisa dilakukan wisatawan saat ada Perayaan Nyepi di Bali? Berikut ulasan iNews.id, Rabu (6/3/2019).

Gunakan Fasilitas Hotel

Selama Perayaan berlangsung, wisatawan bisa melakukan banyak hal di dalam hotel. Anda bisa menggunakan berbagai fasilitas hotel, mulai dari kolam renang, jacuzzi, gym, atau melakukan spa. Jangan khawatir tidak mendapatkan kuliner lezat. Biasanya hotel sudah menyediakan menu khas.

Melihat Upacara Melasti

Upacara Melasti merupakan rangkaian Perayaan Nyepi di Bali yang bisa dinikmati. Upacara Melasti biasanya dilakukan tiga atau dua hari menjelang liburan Nyepi di Bali. Melasti sendiri adalah upacara penyucian diri dengan menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan untuk menyambut Hari Raya Nyepi.

Upacara ini dilakukan di pinggir pantai dengan tujuan menyucikan diri dari segala perbuatan buruk pada masa lalu dan membuangnya ke laut. Menurut kepercayaan Hindu, sumber air seperti laut dan danau dianggap sebagai air kehidupan (tirta amerta).

Tradisi Omed-omedan

Tradisi Omed-omedan merupakan perayaan unik di Bali. Omed-omedan adalah upacara tahunan yang diadakan oleh pemuda-pemudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar. Omed-omedan diadakan setelah Hari Raya Nyepi, yakni pada hari ngembak geni untuk menyambut Tahun Baru Saka. Tradisi ini berasal dari bahasa Bali yang artinya tarik-tarikan.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
3 hari lalu

Mengejutkan! Artis India Nushrratt Bharuccha Alami Kecelakaan di Bali

18 hari lalu

Kortas Tipidkor Polri Usut Dugaan Korupsi Tanah Milik Kementerian ATR di Bali, 9 Saksi Diperiksa

18 hari lalu

Kortas Tipikor Polri Usut Kasus Lahan di Bali, Tanah Negara 23 Ha Dikuasai Swasta sejak 2014

22 hari lalu

Dari Old Luxury ke Neo Luxury: Mengapa Sustainability Akan Menentukan Masa Depan Properti Bali?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal