JAKARTA, iNews.id - Styrofoam menjadi salah satu bahan yang kerap digunakan sebagai pembungkus atau wadah makanan. Harganya relatif murah, ringan, praktis, dan dinilai mampu menjaga tampilan makanan tetap menarik.
Namun, di balik kepraktisannya, penggunaan Styrofoam sebagai wadah makanan, terutama untuk makanan panas, berlemak, dan asam, dinilai perlu mendapat perhatian.
Praktisi bisnis lingkungan sekaligus influencer, Bang Sap, melalui unggahan video di akun Instagram miliknya menjelaskan bahwa penggunaan Styrofoam untuk membungkus makanan berpotensi menyebabkan zat kimia dari material tersebut berpindah ke makanan.
“Kalau kena makanan favorit kita yang panas, berlemak, dan asam, itu kombinasi yang paling memicu zat kimianya lepas ke makanan,” kata Bang Sap, dikutip Rabu (12/8/2026).
Menurut dia, Styrofoam pada dasarnya merupakan salah satu bentuk plastik berbahan polistirena. Dalam proses pembuatannya, terkadang masih terdapat bahan yang tidak terikat secara sempurna.