Bahaya Styrofoam Dipakai Bungkus Makanan, Zat Kimia Bisa Lepas saat Kena Panas dan Lemak

Niko Prayoga
Di balik kepraktisannya, penggunaan Styrofoam sebagai wadah makanan, terutama untuk makanan panas, berlemak, dan asam, dinilai perlu mendapat perhatian. (Foto: Ilustrasi AI)

“Masalah kedua, kode styrofoam itu di angka enam, jenis plastik yang paling susah didaur ulang. Jadi setelah sekali pakai, dia nyaris selalu berakhir jadi sampah yang nggak terurai atau pecah jadi mikroplastik,” ungkap Bang Sap.

Oleh karena itu, dia mengingatkan masyarakat untuk mengurangi penggunaan Styrofoam sebagai wadah makanan, terutama untuk makanan yang masih panas, berminyak, atau memiliki tingkat keasaman tinggi.

Sebagai alternatif, masyarakat dapat menggunakan wadah berbahan kaca atau stainless steel yang dapat digunakan berulang kali. Untuk kebutuhan tertentu, bahan seperti daun dan kertas juga dapat menjadi pilihan kemasan.

“Dan buat kamu yang punya usaha makanan, ini justru peluang, lho. Ganti kemasan yang lebih aman itu nggak harus mahal. Daun pisang malah nambah aroma, kertas kraft buat nasi kotak, atau besek bambu yang bikin kesan lebih premium. Konsumen sekarang malah lebih suka yang begini,” ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 hari lalu

Alasan BGN Larang Siswa Bawa Pulang MBG ke Rumah: Khawatir Bikin Keracunan

1 bulan lalu

Festival Dessert Terbesar Siap Maniskan Jakarta Selama 3 Pekan

3 bulan lalu

Jelang Armuzna, DPR Wanti-Wanti Penyaluran Makanan hingga Bus Jemaah Haji

4 bulan lalu

Pesan Kepala Bappisus ke Pengusaha MBG: Jangan hanya Pikir Profit, Berikan Kualitas Makanan yang Benar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal