Bahaya Styrofoam Dipakai Bungkus Makanan, Zat Kimia Bisa Lepas saat Kena Panas dan Lemak

Niko Prayoga
Di balik kepraktisannya, penggunaan Styrofoam sebagai wadah makanan, terutama untuk makanan panas, berlemak, dan asam, dinilai perlu mendapat perhatian. (Foto: Ilustrasi AI)

Bahan tersebut dikenal sebagai stirena. Zat inilah yang menjadi perhatian karena berpotensi berpindah dari kemasan ke makanan dalam kondisi tertentu.

“Tiga hal yang bisa bikin dia gampang lepas yaitu panas, lemak, dan asam. Sialnya, itu persis ciri makanan kita. Makin panas, makin berlemak, makin lama nempel di wadah, makin banyak pula stirena yang ikut pindah ke piring,” katanya.

Bang Sap kemudian menyinggung klasifikasi stirena oleh International Agency for Research on Cancer (IARC). Dia mengatakan status stirena pada 2019 dinaikkan dari kategori “mungkin” menjadi “kemungkinan besar” bersifat karsinogenik bagi manusia.

Karsinogenik merujuk pada sifat suatu zat atau paparan yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya kanker. Meski demikian, Bang Sap menekankan bahwa hal tersebut bukan berarti seseorang akan langsung mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang dibungkus menggunakan Styrofoam.

Menurutnya, persoalan yang perlu diperhatikan adalah paparan berulang dalam jangka panjang.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
24 jam lalu

Alasan BGN Larang Siswa Bawa Pulang MBG ke Rumah: Khawatir Bikin Keracunan

1 bulan lalu

Festival Dessert Terbesar Siap Maniskan Jakarta Selama 3 Pekan

3 bulan lalu

Jelang Armuzna, DPR Wanti-Wanti Penyaluran Makanan hingga Bus Jemaah Haji

4 bulan lalu

Pesan Kepala Bappisus ke Pengusaha MBG: Jangan hanya Pikir Profit, Berikan Kualitas Makanan yang Benar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal