Berkunjung ke Restoran Ini Pengunjung Bisa Cicipi Hidangan Berusia 2.000 Tahun  

Muhammad Sukardi
Mencicipi hidangan kuno berusia 2.000 tahun (Foto: BBC)

Magnanimi mempelajari secara detail mulai dari sejarah hingga bumbu-bumbu yang dipakai para koki di masa Romawi. Dan karena 'into it' pada sejarah bangsa Romawi, Magnanimi membutuhkan waktu lebih dari 25 tahun sampai akhirnya merasa cukup tahu banyak hal soal kuliner Romawi kuno.

Ada hal unik dari proses makanan Romawi kuno. Diterangkan Magnanimi, awalnya bangsa tersebut suka sekali mengonsumsi daging (kebanyakan babi) dan ikan dalam jumlah kecil. Sampai akhirnya 'rasa India' masuk dengan penambahan lada dan 'rasa Persia' dengan lemonnya.

Akulturasi tersebut semakin memperkaya rasa dari makanan Romawi kuno. Bahkan, Garum (mirip dengan saus ikan Asia) pun masuk ke Romawi dan kala itu digunakan untuk menambah rasa umami (sekarang kita sebut gurih).

"Semua makanan itu dinikmati dengan anggur madu saat makan malam yang disebut dengan 'cinvivium'. Istilah ini mereka maknai sebagai pertemuan merayakan kehidupan dan musim yang membawa cuaca dan nuansa berbeda," lapor BBC.

Lebih lanjut, menu Romawi kuno Magnanimi pertama yang dipuja banyak orang ialah 'Pullum Oxizomum' atau hidangan ayam. Jadi, hidangan itu terbuat dari daun bawang dan makanan pendamping khas Pantai Amalfi yang terbuat dari ikan teri yang difermentasi.

Orang Jepang diketahui sangat suka menu tersebut. Sampai-sampai Magnanimi diabadikan dalam film dokumenter di Jepang. Keren banget, kan?

"Penduduk Roma datang berbondong-bondong setelah film Jepang itu beredar luas di dunia. Kemudian Pullum Oxizumum dipuji di koran New York Times," kata Magnanimi.

Menu restoran Hostaria sekarang menawarkan standar kuliner Roma, seperti pasta amatriciana dan carbonara. Ada juga hidangan Romawi kuno yang membuat Magnanimi menarik perhatian internasional dan membuat ayahnya yang dulu skeptis bangga.

Menu lainnya yang cukup populer adalah Patina Cotidiana yang merupakan lasagna tanpa tomat. Jadi menu tersebut dibuat menggunakan lasagna, roti pipih yang dilaspisi daging, ikan, dan keju. Tapi, menu versi Magnanimi lebih sederhana dengan menggunakan daging babi giling, adas, dan keju pecorino.

"Untuk membuat hidangan berusia 2.000 tahun tersebut, Magnanimi memulainya dengan resep buku dari buku masak Romawi abad ke-1 Masehi bertajuk 'De Re Coquinaria'. Itu merupakan salah satu buku resep yang masih ada dari zaman Roma kuno yang dikaitkan dengan Apicius, si rakus kaya yang pernah disebut Gaius Plinius Secundus sebagai 'Pemboros yang Paling Rakus'," tulis BBC.

Soal menu baru yang coba dibuat Magnanimi, itu adalah la cassata di Oplontis, yang terinspirasi dari lukisan dinding di vila dekat Pompeii. Kue kaya rasa ini dibuat dengan tepung almond, keju ricotta, manisan buah, dan madu. Kue ini selalu terjual habis setiap malam. "Saya membuat keju dengan ulekan, persis seperti resep dari Virgil, dari abad ke-1 Masehi," kata Magnanimi.

Yang disebut Magnanimi adalah moretum atau olesan keju yang terinspirasi oleh puisi Virgil tentang seorang petani yang membuat makan siang sederhana dengan cara menggiling ketumbar, biji seledri, bawang putih, dan pecorino. Keju ini bisa dioleskan di atas libum atau roti bundar yang disucikan oleh orang Romawi.

Sementara itu, Magnanimi rindu berinteraksi dengan pelanggan akibat karantina wilayah saat pandemi Covid-19 melanda Italia.

Dengan semua waktu luangnya, dia kerap berjalan-jalan di sekitar Appian Way, di mana jalan setapak yang rindang dan jalur sepeda berfungsi sebagai tempat pelarian warga Italia selama penutupan wilayah paling ketat di Eropa.

"Saya menghabiskan pagi yang panjang dengan gembala. Pada hari lainnya saya melihat begitu banyak orang Roma datang ke sini untuk berlari karena mereka tidak bisa pergi ke gym. Lalu, pada akhir pekan, ada keluarga yang piknik di dekat saluran air, mungkin mereka datang ke sini untuk pertama kali. Saya tahu pada momen itu kami semua lebih menghargai tempat kami tinggal, yaitu Kota Roma," ujarnya.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Kuliner
3 hari lalu

Tren Kuliner Pedas Kian Menggila, Sensasi Level Ekstrem Paling Disukai?

Internasional
5 hari lalu

Pasukan UNIFIL Diserang di Lebanon, Italia Hentikan Kerja Sama Pertahanan dengan Israel

Kuliner
11 hari lalu

2 Restoran Baru di Makau Raih Bintang Michelin 2026, Ini Daftarnya

Kuliner
27 hari lalu

Kedai Kopi di Kaki Gunung Galunggung Ini Siap Manjakan Lidah dan Mata, Wajib Coba!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal