Buka Puasa Minum Air Dingin atau Air Hangat, Mana yang Lebih Baik?

Chindy Aprilia Pratiwi
Buka puasa minum air hangat atau dingin (Foto: Science ABC)

“Karena berusaha untuk menyesuaikan suhu air dengan suhu tubuh, nah kemudian minum air dingin juga akan membuat tubuh kita kaget. Ini bisa Anda alami sehingga perut menjadi kembung, karena lama kosong jadi kembung," kata dr Saddam.

Maka itu, dr Saddam menyarankan agar masyarakat lebih memilih konsumsi minuman hangat ketika berbuka puasa. Karena selain aman di perut, konsumsi air hangat juga minim dari dampak kesehatan yang ditimbulkan.

Namun, apabila masyarakat ingin mengonsumsi minuman hangat dalam keadaan manis, kondisi ini tetap diperbolehkan, asalkan tidak berlebihan. Di samping itu, akan lebih baik lagi apabila kandungan manis itu digantikan dengan buah-buahan segar yang tidak kalah manis.

“Minuman manis memang bisa mengembalikan energi dengan cepat tapi jangan berlebihan. Memang disarankan minum air hangat dan manis itu boleh-boleh saja tetapi jumlahnya tidak boleh berlebihan. Akan lebih baik jika meminum air hangat lalu dilanjutkan makan buah-buahan, karena buah-buahan mengandung manis alami untuk tubuh,” tuturnya.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
Health
1 hari lalu

Super Flu Subclade K Rentan Menyerang Anak-Anak, Waspada Jadi Penyakit Serius!

Health
2 hari lalu

Terungkap! Ini Alasan Super Flu Subclade K Lebih Banyak Menyerang Perempuan

Health
2 hari lalu

Kenapa Subclade K Disebut Super Flu? Ini Penjelasan Ahli

Nasional
2 hari lalu

8 Provinsi di Indonesia Diserang Super Flu Subclade K, Total 62 Kasus!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal