JAKARTA, iNews.id - Kreativitas dalam mengolah bahan dan memadukan cita rasa menjadi salah satu daya tarik dunia kuliner. Tren ini membuka ruang bagi para chef untuk bereksperimen menghadirkan hidangan dengan karakter berbeda, salah satunya melalui konsep fusion yang menggabungkan inspirasi dari berbagai tradisi masakan.
Eksplorasi tersebut terlihat dalam kreasi kuliner yang dihadirkan Chef Karen Carlotta bersama Chef Norman Ismail dan Chef Risa Andithia di Krista Interfood 2026, NICE PIK 2, Jakarta. Ketiganya memperkenalkan beragam kreasi menu dengan sentuhan fusion yang memperlihatkan bagaimana perpaduan bahan, tekstur, dan teknik memasak dapat menghasilkan pengalaman rasa berbeda.
Dalam dunia kuliner, konsep fusion memberikan keleluasaan bagi chef untuk mengembangkan ide tanpa terpaku pada satu tradisi masakan. Perpaduan bahan lokal dengan teknik memasak internasional, misalnya, dapat menghasilkan hidangan yang memiliki karakter baru.
Namun, menggabungkan berbagai unsur kuliner bukan sekadar mencampurkan bahan. Keseimbangan rasa, aroma, dan tekstur tetap menjadi hal penting agar setiap elemen dapat saling melengkapi. Di sinilah kreativitas dan pemahaman chef terhadap karakter bahan memainkan peran besar.
Eksplorasi menu tersebut juga berlangsung di tengah pertumbuhan industri makanan dan minuman (F&B), termasuk sektor bakery. Pasar bakery Indonesia diproyeksikan mencatat pertumbuhan tahunan majemuk atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 8 persen hingga 2028, dengan nilai pasar diperkirakan melampaui Rp84,4 triliun.