Dia menambahkan, keseimbangan antarelemen menjadi hal penting agar karakter masing-masing bahan tetap terasa tanpa membuat rasa hidangan saling bertabrakan.
Luvita juga mengungkapkan tiga aspek utama yang menjadi perhatiannya ketika mencicipi dessert buatan peserta, yakni tekstur, rasa, dan penyelesaian akhir atau finishing.
“Kalau saya sebagai pribadi, saya suka tekstur. Jadi saya pastinya tekstur pertama, kedua rasa, ketiga finishing-nya gimana. Jadi ya pokoknya ujung-ujungnya semua harus komplit ketiga elemen itu,” ujarnya.
Salah satu hal yang menarik perhatian Luvita selama kompetisi adalah kemiripan sejumlah makanan tradisional Korea dan Indonesia. Dia mencontohkan songpyeon, kue beras khas Korea, yang memiliki kemiripan tekstur dengan klepon.
Keduanya sama-sama memiliki tekstur kenyal pada bagian luar. Namun, bahan isian dan karakter rasanya berbeda. Klepon khas Indonesia dikenal dengan isian gula jawa, sedangkan songpyeon dapat menggunakan isian madu atau biji wijen, bergantung pada variasinya.