Dia berharap pameran kopi ini dapat memberikan nilai tambah yang lebih baik agar penjualan ekspor meningkat secara signifikan.
Surya menjelaskan, potensi yang dimiliki kopi Indonesia sangat tinggi. Saat ini nilai ekspor kopi indonesia ke Belanda pada 2020 mencapai 5,6 juta dolar AS. Kenaikan nilai ekspornya adalah 23,4 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
"Konsumsi kopi orang Eropa per tahun adalah 8,3 kg/orang setara dengan 4 gelas kopi per hari per orang. Apa bila kita hitung maka total konsumsi kopi orang eropa adalah 2.4 juta metrik ton per tahun," ujarnya.
Dia menambahkan, angka ini menunjukkan ruang yang masih besar untuk mensupply kopi ke eropa. Sesuai dengan data tahun 2021 jenis kopi yang ada di Indonesia adalah arabica dan robusta yang ditanam di area sejumlah 1.2 juta hektare dengan jumlah produksi 774 ribu metrik ton per tahun, dan melibatkan sejumlah 1,5 juta petani kopi di Indonesia.
Pasar Kopi ini akan diresmikan Menteri BUMN Erick Thohir. Pada pameran ini sejarah kopi Indonesia diteliti dan dikurasi oleh Bonnie Triana & Amir Sidharta, dua nama yang cukup terkenal tentang sejarah Indonesia.
Tenaga Ahli Menteri BUMN Bidang Global Value Chains, Reynaldi Istanto mengatakan, Uni Eropa tercatat sebagai konsumen kopi dunia terbesar, mencapai 2,4 juta ton per tahun atau 24% dari total konsumsi kopi dunia.
"Momen Pasar Kopi di Amsterdam ini menjadi langkah dan komitmen bersama bagi BUMN untuk meningkatkan partisipasi Indonesia dalam pasar internasional sebagai global leader," kata Reynaldi.
Dwi Sutoro Ketua PMO Kopi Nusantara, mengatakan, dia akan berpartisipasi aktif pada Pasar Kopi yang akan diselenggarakan di Amsterdam. “Pasar Kopi di Amsterdam ini sejalan dengan misi PMO Kopi Nusantara yaitu memperbaiki ekosistem supply chain industri kopi dalam negeri," ujar dia.
Dia menargetkan, akan membawa kopi-kopi terbaik Indonesia dari lokasi pilot project, di antaranya adalah Kopi Ijen dari Jawa Timur yang memiliki nilai historis dan indikasi geografis yang akan menarik perhatian konsumen global.