JAKARTA, iNews.id - Kopi Indonesia dikenal memiliki rasa dan aroma yang nikmat. Tidak heran jika kopi Nusantara mulai populer di Eropa.
Namun, siapa sangka, di balik kelezatan kopi Indonesia ada sejarah pahit yang harus dialami para petani pada zaman kolonial.
Suryo Tutuko, CEO Roemah Indonesia BV mengatakan, bicara tentang sejarah kopi maka kopi Indonesia merupakan komoditi kolonial. Biji kopi ditanam rakyat Jawa, dijual ke pasar Eropa, untuk keuntungan VOC. Empat abad yang lalu tak seorang pun rakyat Jawa bisa menikmati secangkir kopi dari hasil panennya sendiri.
"Namun seiring zaman, kehadiran kopi mengalami revolusi. Kini aroma kopi dapat dinikmati dari mulai kedai dan rumah rakyat, dari Sabang sampai Merauke," kata Suryo Tutuko di Jakarta, Senin (16/8/2022).
Sejarawan, Bonnie Triana mengatakan, kopi Indonesia pada zaman kolonial sangat eksklusif, kemudian mengalami revolusi dan bebas dinikmati rakyat.
"Dulu hanya rakyat atas yang bisa mencicipi kopi. Seiring zaman yang kopi menjadi konsumsi semua orang tanpa kenal ras dan status. Dari sejarah ini kita mau kenalkan sejarah kopi ke mancanegara. Dan ini memiliki ketertarikan tersendiri karena histori," kata Bonbie.
Lanjut Bonnie, apalagi di Belanda, minat kopi Indonesia makin tinggi. Selain rasanya yang nikmat, ada narasi mengenai generasi ketiga di Belanda, tentang nenek moyang mereka di masa koloni. "Ini tida lepas dari narasi kolonial yang terjadi. Orang tertarik dengan kopi Indonesia dan berbeda karena narasi ini," ujar dia.
Dalam rangka mendukung kopi Indonesia dikenal lebih luas di mancanegara, Roemah Indonesia BV didukung oleh PMO Kopi Nusantara akan menyelenggarakan Pasar Kopi pada 1-7 September 2022 di Posthoornkerk, Amsterdam dengan tema “Indonesian Coffee Market; Coffee Revolution.”
Surya Tutuko menjelaskan, secara unik, acara besar ini akan membawa pengunjung mengenal perjalanan kopi Indonesia, mulai dari menyaksikan pameran sejarah produksi kopi, serta berbagai jenis kopi dan produk turunannya, sambil mencoba beragam kopi asli hasil perkebunan Indonesia.
"Adapun tujuan pameran ini adalah mengangkat posisi Indonesia agar menjadi aktor penting dalam rantai suplai perdagangan kopi Indonesia di tingkat internasional," kata Surya.