Awalnya warung kopi ini bernama Kheng Hoe Heng Coffeeshop, kemudian seorang pelanggan setia bernama Woon Tek Seng membelinya pada 1992 dan mengubahnya jadi Killiney Kopitiam yang dikenal hingga saat ini. Bersama tiga staf yang bekerja di warung kopi itu, mereka mempertahankan sajian khas seperti kopi dan roti dengan selai srikaya dari campuran santan, gula, telur dan daun pandan yang bisa dinikmati hingga saat ini.
Kedainya sederhana, tersedia tempat makan di dalam ruangan dan di dalam ruangan, di mana pengunjung bisa duduk di kursi kayu klasik dan meja marmer hijau. Dinding di dalam kedai memperlihatkan sejarah Killiney, termasuk wajah Ah Gong yang berperan dalam membuat kopi di kedai ini. Kemampuannya diwariskan kepada pekerja lain untuk mempertahankan cita rasa kopi andalan Killiney.
Kopi di sana dibuat secara tradisional. Air panas dituangkan ke teko berisi bubuk kopi, kemudian disaring dengan saringan panjang seperti yang dipakai di beberapa daerah Indonesia yang punya budaya ngopi.
Menjelang akhir tur, William berbagi cara membuat hidangan khas kopitiam seperti telur setengah matang yang populer sebagai menu sarapan. Caranya adalah memasukkan telur ke dalam tempat berisi air panas selama tujuh menit. Pecahkan ke dalam mangkuk kecil dan Anda akan mendapatkan telur setengah matang yang menggiurkan.