Ikan tenggiri kerap digunakan sebagai bahan adonan batagor. Namun, sejumlah variasi juga menggunakan jenis ikan lain, seperti tuna dan makarel, bahkan udang. Tahu menjadi salah satu bahan yang melengkapi hidangan ini.
Daya tarik batagor tidak hanya terletak pada teksturnya. Jajanan ini biasanya dipotong menjadi beberapa bagian, lalu disajikan bersama saus kacang, kecap, sambal, dan perasan jeruk limau. Perpaduan rasa gurih, manis, pedas, serta sedikit asam membuat batagor memiliki karakter rasa yang khas.
Batagor memiliki akar kuliner yang erat dengan Bandung. Menurut TasteAtlas, hidangan ini mulai dikenal sejak dekade 1980-an dan kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.
Kini, batagor mudah ditemukan, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran. Makanan ini juga kerap menjadi pilihan camilan maupun hidangan selingan di sela aktivitas sehari-hari.
Popularitasnya tidak terlepas dari cara penyajian yang praktis serta bahan-bahan yang mudah dikenali. Meski demikian, setiap penjual dapat memiliki racikan tersendiri, terutama dalam komposisi adonan ikan dan kekentalan saus kacang.