Mengenal Manfaat Ekstrak Daun Zaitun untuk Hipertensi hingga Diet

Hasyim Ashari
Mengenal manfaat ekstrak daun zaitun (Foto: healthline)

Ekstrak kaya oleuropein ini meningkatkan fungsi pembuluh darah dengan mengurangi kekakuan pada arteri. Pengamatan ini menyoroti sifat kardioprotektif dan anti-inflamasi dari ekstrak daun zaitun. Mengonsumsinya setiap hari dapat menurunkan aterosklerosis, stroke, serangan jantung, penyakit, tekanan darah (hipertensi), dan penyakit kardiovaskular lainnya.

2. Memerangi infeksi HIV

Infeksi HIV memicu ekspresi gen yang mengendalikan kematian sel (apoptosis), stres, dan kerusakan DNA. Mengonsumsi ekstrak daun zaitun dapat membalikkan beberapa perubahan seperti yang disebabkan oleh infeksi HIV.

Perawatan ekstrak daun zaitun dapat memperbaiki kinerja sel yang berbeda pada sel yang terinfeksi. Selain itu, daun zaitun juga dapat menghambat penularan HIV dari sel ke sel, yang merupakan langkah penting dalam siklus hidup virus.

3. Obati penyakit kulit, luka dan jerawat

Kandungan Oleuropein dalam ekstrak daun zaitun berfungsi sebagai nutrisi anti-inflamasi dan antioksidan. Nutrisi tersebut merangsang sintesis serat kolagen dan menghambat infiltrasi sel. Selain itu, ekstrak daun zaitun juga dapat menangkis radikal bebas dan mempercepat penyembuhan luka. Mengonsumsi ekstrak daun zaitun dua sampai tiga kali sehari dapat megurangi jerawat secara signifikan.

4. Turunkan berat badan pada individu obesitas

Ekstrak daun zaitun dapat mengatur eksresi gen yang terlibat dalam akumulasi lemak di tubuh. Tak hanya itu, daun zaitun juga dapat mengurangi asupan makanan sebesar 26 persen. Pengurangan lemak visceral ini dapat menyebabkan penurunan kadar asam lemak bebas (FFA) plasma. Selain itu, daun zaitun juga mengandung nutrisi hidrositirosol, luteolin, dan asam caffeic yang dapat membantu penurunan berat badan yang sehat.

5. Kurangi peradangan

Ekstrak daun zaitun mengandung oleuropein, oleuropeoside, dan polifenol lainnya. Bahan kimia ini dapat membantu mengelola penyakit radang seperti kolitis, penyakit radang usus (IBD), rheumatoid arthritis, dan osteoarthritis.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Hipertensi Melonjak usai Iduladha, Menkes Beberkan Penyebabnya!

57 tahun lalu

Jam Makan Ternyata Pengaruhi Kesehatan Usus dan Berat Badan, Kok Bisa?

57 tahun lalu

Hipertensi Marak Serang Usia Muda, Waspada Tanpa Gejala

57 tahun lalu

7 Makanan Bantu Panjang Umur, Bermanfaat Memasuki Usia 60 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal