Ada sekitar 200 jenis daging wagyu yang beredar, biasanya berdasarkan lokasi budidaya sapi wagyu, apakah itu Kobe gyu yang dikenal dengan daging sapinya, Matsusaka gyu, Omi gyu hingga Yonesawa gyu.
Yu Kato, Business Management dari Inovasi Kuliner menjelaskan, daging sapi wagyu yang bisa dinikmati di Shaburi, Kintan dan Yakiniku Like adalah Awa gyu yang berasal dari Tokushima, prefektur yang berlokasi di wilayah Shikoku. Nama "Awa" diambil dari sebutan Tokushima pada masa lampau.
"Karakteristik Awa gyu adalah berasal dari (sapi) Japanese Black," ujar Yu Kato.
Daging Awa gyu harus dilengkapi dengan sertifikat silsilah sapi, serta produsen dan distribusi jelas. Selain itu, sapi juga harus berusia lebih dari 30 bulan dengan berat lebih dari 720 kilogram saat dipasarkan.
Nah, terdapat beberapa kategori peringkat untuk Awa gyu, mulai dari B4 hingga A5 untuk kualitas tertinggi. Di sini, daging yang disajikan punya grade A4.
Permintaan pasar dari konsumen muslim yang semakin tinggi membuat produsen daging juga menyediakan pilihan daging halal agar bisa dinikmati semua kalangan.
Di Shaburi dan Kintan Buffet, Anda bisa mendapatkan sepiring daging wagyu gratis per orang untuk pemesanan menu kedua All You Can Eat, sementara Yakiniku Like menjual set daging sapi wagyu Jepang 100 gram dengan harga Rp88.000.
Daging wagyu yang tersedia selama masa terbatas ini bisa disantap dengan cara dibakar atau dicelup ke dalam kuah panas. Untuk daging yang dibakar, sangat disarankan agar tidak terlalu lama membakarnya agar daging tetap juicy. Saat daging sudah "berkeringat", segera balik dan tak perlu tunggu terlalu lama sebelum disantap.
Daging sendiri bisa diibaratkan seperti spons, jika terlalu lama terpapar panas akan membuat cairan lezat di dalamnya jadi menguap sehingga daging menjadi alot.