Artinya, wisatawan tidak perlu memilih opsi 'less sugar' untuk mendapatkan minuman yang lebih sehat dari biasanya. Namun, pelanggan juga tetap bisa meminta tingkat kemanisan lama jika menginginkan.
Tren ini tidak hanya mengurangi kalori, tapi juga berdampak positif seperti energi harian yang lebih stabil, berkurangnya risiko obesitas dan diabetes, kesehatan metabolisme yang lebih baik, hingga kulit yang lebih terjaga. Menariknya, menurut otoritas kesehatan setempat, lidah manusia hanya butuh sekitar dua minggu untuk beradaptasi dengan tingkat kemanisan baru.
Langkah Thailand ini juga bisa jadi sinyal perubahan gaya hidup di Asia Tenggara. Di tengah tren minuman kekinian yang cenderung mengandung banyak gula, kesadaran akan gula tersembunyi makin meningkat.
Tren ini bukan semata-mata menghapus minuman manis dari keseharian, tapi menggeser standar secara perlahan. Strategi ini dinilai lebih realistis karena tidak memaksa perubahan drastis, tetapi membentuk kebiasaan baru secara bertahap.