Dalam investigasi tersebut, terdapat beberapa pelanggaran, yaitu pertama, banyaknya serangga yang berkumpul di sekitar lokasi, merayap dan berada di antara hewan-hewan, kotoran, dan telur-telur. Kedua, burung-burung liar terbang bebas keluar masuk peternakan, yang berpotensi menularkan penyakit, termasuk flu burung.
Ketiga, kondisi kandang yang kotor dan tidak aman mengakibatkan kerusakan fisik dan cacat pada induk ayam.
“Ini adalah investigasi kedua dalam enam bulan terakhir. Ditemukan banyak pelanggaran undang-undang keamanan pangan serta kekejaman terhadap hewan yang parah dalam rantai pasokan Ahold Delhaize di Indonesia,” kata Bonnie Tang.
Otoritas Keamanan Pangan Eropa dan belasan tim peneliti internasional menemukan, fasilitas kandang ayam petelur 'baterai' seperti yang memasok di Indonesia memiliki risiko kontaminasi salmonella hingga 33 kali lebih besar.
Di Indonesia, lebih dari 50 merek-merek makanan terkenal, termasuk Burger King, Starbucks dan Nestle telah berkomitmen hanya menggunakan telur-telur yang berasal dari ayam 'tanpa kandang', yang jauh lebih aman untuk konsumen dan lebih manusiawi untuk hewan.
Menurutnya, di seluruh Asia, semakin banyak ritel-ritel internasional yang telah membuat janji yang sama, termasuk Tesco, Metro, CarreFour, Auchan, Aldi, Costco, Marks & Spencer, dan lainnya sebagainya.
Ahold telah menentukan batas waktu untuk hanya menjual telur-telur yang berasal dari peternakan tanpa kandang pada seluruh lokasi miliknya secara global, kecuali di Indonesia. “Ahold Delhaize terus mengabaikan pelanggaran-pelanggaran hukum, risiko-risiko keamanan pangan, dan kekejaman terhadap hewan pada jaringan pemasok telurnya," ujar Bonnie Tang.
Perusahaan tersebut lanjut dia, seakan berpikir, konsumen di Indonesia tidak layak memeroleh keamanan dan kualitas pangan yang sama dengan pelanggan-pelanggan di Eropa dan Amerika.
"Kami mengimbau Ahold untuk memperlakukan pelanggan-pelanggan di Indonesia secara setara dan menentukan batas waktu untuk mengakhiri penjualan telur berkandang di Indonesia," katanya.