Manfaat itu bukan sekadar teori, karena Tya Annetya, pelari dari Komunitas Maem Running Club yang rutin melakukan latihan interval di Stadion GBK mengaku adanya perbedaan signifikan usai minum coffee tonic sebagai 'after-workout drink'.
"Biasanya kopi susu itu terlalu berat di perut kalau diminum setelah speed session, dan itu bikin kembung dan mual. Nah, coffee tonic beda, karena menawarkan rasa ringan, segar, dan tendangan kafeinnya pas," ujar Tya.
"Saya pribadi merasa lebih 'melek' dan bisa menjaga pace tinggi lebih stabil tanpa rasa berat di perut," tambahnya.
Bahkan, Coach Denny Faj menerangkan, coffee tonic yang diminum setelah sesi piramida interval yang melelahkan, dapat mendinginkan suhu tubuh.
"Jadi, coffee tonic ini semacam reward yang langsung bisa mendinginkan suhu tubuh," ungkap Coach Denny.
"Dengan kata lain, coffee tonic ini cocok untuk pelari. Sebab, kafein yang ada di dalamnya bisa menurunkan persepsi rasa lelah, dan membuat lari berat terasa lebih ringan," tambahnya.
Coach Denny melanjutkan, "Terlebih lagi kopi mampu menjadi suplai energi instan. Kandungan gula sederhana pada tonis menyediakan glikogen cepat untuk mencegah bonking atau kehabisan tenaga."