3 Tahun Jokowi-JK, Apa Program Sektor ESDM untuk Pemerataan?
JAKARTA – Di tiga tahun kepemimpinan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berbagai perbaikan dilakukan untuk memajukan ekonomi demi terwujudnya tema pembangunan tahun 2017, yakni pemerataan.
Di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), pemerintah menelurkan sejumlah program guna memajukan pembangunan, khusnya di kawasan timur Indonesia. Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan, program yang selaras dalam tema pemerataan tahun ini, salah satunya adalah Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga.
Dia menegaskan, wilayah terpencil tidak lagi membeli BBM dengan harga hingga Rp100 ribu per liter, atau lebih tinggi dari harga normal Rp6.450 per liter untuk Premium dan Rp5.150 per liter untuk Solar.
“BBM satu harga kalau kita mau membawa negara ini kedalam energi berkeadilan maka negara harus hadir dalam hal pengentasan kemiskinan. Program BBM satu harga untuk mengatasi harga BBM di daerah yang bisa mencapai lebih dari Rp7.000 per liter. Di Papua misalnya (harga BBM) bisa mencapai Rp100 ribu per liter. Pemrintah hadir sehingga harga BBM bagi saudara-saudara kita di daerah terpencil juga bisa menikmakti BBM dengan harga normal,” ucap Arcandra dalam keterangannya, di Kantor Staf Presiden, Istana Negara, Jakarta, Senin (23/10/2017)
Progress hingga saat ini, 26 lokasi telah selesai dilakukan pembangunan penyalur BBM satu harga. Target total pembangunan hingga 2019 yaitu 150 lokasi yang dibangun oleh PT Pertamina (Persero), dan tujuh lokasi dibangun oleh PT AKR. Adapun target penyelesaian tahun 2017 sebanyak 54 lokasi, selain lima target yang rencananya di bangun oleh PT AKR.