Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengacara Sebut Jokowi bakal Maafkan Tersangka Fitnah Ijazah: tapi Proses Hukum Lanjut
Advertisement . Scroll to see content

3 Tahun Jokowi-JK, Apa Program Sektor ESDM untuk Pemerataan?

Senin, 23 Oktober 2017 - 15:49:00 WIB
3 Tahun Jokowi-JK, Apa Program Sektor ESDM untuk Pemerataan?
Wamen ESDM (Foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

Program selanjutnya adalah penyediaan jaringan gas kota untuk rumah tangga yang harganya lebih murah dibanding elpiji. “Ide program ini seperti PDAM yang mengalirkan air ke rumah rumah. Jaringan gas kota juga mengalirkan gas ke rumah tangga dengan harga yang lebih murah dari LPG. Pemanfaatan jaringan gas kota akan mengurangi biaya rumah tangga sebesar Rp90 ribu per bulan per keluarga. Selain itu lebih praktis, bersih dan aman dibanding tabung LPG 3 kg,” kata Arcandra.

Program pemerataan lainnya adalah pemberian konverter kit LPG untuk nelayan (Konkit Nelayan) yang sebelumnya melaut dengan kapal yang menggunakan minyak solar atau bensin.  “Penggunaan konkit LPG untuk nelayan ini akan mengurangi biaya operasional nelayan sebesar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per hari. Tahun 2016 lalu telah dibagikan konkit nelayan sebanyak 5.473 unit, dan tahun 2017 ini ditargetkan sekitar 17 ribu unit,” tutur Arcandra.

Dalam menyediakan listrik untuk Indonesia, hingga saat ini rasio elektrifikasi Indonesia sudah mencapai 93,08%. “Memang masih ada provinsi dengna rasio elektfikasi rendah seperti NTT dan Papua, tetapi kedepan hingga tahun 2019 ditargetkan rasio elektrifikasi nasional kita tingkatkan hingga lebih dari 97%. Upaya yang dilakukan melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 Tahun 2016 yaitu percepatan elektrifikasi pedesaan dengan penyediaan listrik hingga 50 MW bagi desa belum berkembang, terpencil, perbatasan dan pulau kecil berpenduduk,” tutur Arcandra.

Upaya lainnya adalah program praelektrifikasi melalui penyediaan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) yang pada tahun 2017 ditargetkan bagi 80 ribu lebih rumah tangga, dan tahun 2018 sebanyak 175 ribu lebih rumah tangga. Program pembagian LTSHE difokuskan bagi desa belum berlistrik yang jumlahnya sekitar 2.500 desa. Kapasitas pembangkit listrik Indonesia saat ini sekitar 60 ribu MW. Kapasitas tersebut telah mengalami peningkatan sekitar 7 ribu MW dari kapasitas tahun 2014 sebesar 53 ribu MW.

Program selanjutnya adalah pemboran sumur untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat sulit air. Pada periode 2005-2016 telah dilakukan pemboran sumur sebanyak 1.545 sumur bor yang telah menyediakan air bersih bagi 4,4 juta jiwa. “Target tahun 2017 ini sebanyak 250 sumur bor yang akan kita selesaikan. Hingga saat ini capaiannya sekitar 47,8 persen,” tutur Arcandra.

Editor: Super Admin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut