3.870 Lulusan Alfamart dan Alfamidi Class Terserap Kerja, 794 Guru Vokasi Lulus Penguatan Kompetensi
“Selama 17 tahun perjalanan program, Alfamart dan Alfamidi Class terus berinovasi. Tidak hanya menyediakan fasilitas pendukung pendidikan melalui business center ritel modern, tetapi juga memperkuat kapasitas Tendik agar dapat memahami dan mengimplementasikan proses bisnis ritel modern secara lebih komprehensif,” ujarnya.
Sunu mengatakan, dari 229 business center yang tersedia, sebanyak 169 merupakan Alfamart Class dan 60 lainnya Alfamidi Class. Adapun 794 guru yang mengikuti program penguatan kompetensi terdiri dari 650 guru Alfamart Class dan 144 guru Alfamidi Class.
“Komitmen Alfamart dan Alfamidi dalam mendukung sektor pendidikan akan terus kami selaraskan dengan kebutuhan dan dinamika industri yang semakin adaptif. Harapan kami, melalui penguatan kompetensi guru vokasi ini, dapat lahir lulusan yang semakin siap dan memiliki kompetensi yang relevan untuk menghadapi dunia kerja,” tuturnya.
Salah satu guru vokasi peserta program pemagangan, Klasina Akely dari SMKN 1 Sorong, Papua Barat Daya, mengatakan program tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai proses bisnis industri ritel.
Selain mengikuti pelatihan secara hybrid, para peserta juga menjalani pemagangan di gerai-gerai Alfamart. Pengalaman tersebut dinilai membantu guru memahami praktik kerja di industri yang kemudian dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Setelah menjalani program magang (Alfamart Class), saya menyadari bahwa banyak pembelajaran industri yang belum diterapkan di sekolah. Contohnya seperti materi administrasi transaksi. Harapannya, tahun depan ada program seperti ini agar para guru mendapat pengalaman berharga. Guru-guru di sekolah bisa langsung terjun ke dunia industri dan dapat kembali ke sekolah untuk menerapkan ilmu tersebut kepada murid sehingga mereka tidak kaget dengan dunia industri ,” katanya.
Editor: Rizqa Leony Putri