5 Kabupaten Dilockdown Akibat Wabah PMK, Kementan: Hewan Ternak Tak Boleh Keluar Kandang

Iqbal Dwi Purnama ยท Rabu, 01 Juni 2022 - 11:00:00 WIB
5 Kabupaten Dilockdown Akibat Wabah PMK, Kementan: Hewan Ternak Tak Boleh Keluar Kandang
Petugas memberi vaksin untuk hewan ternak guna mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertanian (Kementan) memberlakukan lockdown terhadap 5 kabupaten di Indonesia dengan alasan penularan wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) yang semakin meluas. 

Lima kabupaten tersebut, 4 diantaranya berada di Provinsi Jawa Timur dan 1 Kabupaten di Provinsi Aceh karena dinilai menjadi sumber penyebaran PMK yang kini telah meluas ke-16 provinsi. 

Ke-16 provinsi yang telah terjangkit PMK, yaitu diantara adalah Aceh, Babel, Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, serta Sumatera Utara.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang mengatakan larangan lalu lintas tersebut bersifat mutlak. Terutama untuk hewan ternak berkuku belah, seperti sapi, kambing, kerbau, domba, babi, dilarang untuk keluar kandang.

"Seluruh HRP (Hewan Rentan PMK) dari area tersebut wajib 'lockdown' dilarang untuk dilalulintaskan," tegas Bambang, pada pernyataan tertulisnya, Selasa (31/5/2022).

Untuk menjamin ketersediaan hewan ternak baik untuk kebutuhan ketahanan pangan dan hari raya kurban, Barantan juga berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya untuk penyediaan moda transportasi laut. Namun yang pasti hingga saat ini Kebijakan lockdown hewan ternak itu masih berlaku.

Bambang menjelaskan dalam situasi darurat PMK seperti saat ini bukan hal mudah untuk dapat menjalankan rekayasa lalulintas HRP mengingat cepat dan mudahnya virus penyebab PMK ini menyebar serta mampu bertahan dalam waktu yang sangat lama di semua tempat. 

Dalam waktu dekat Kementan masih mengupayakan untuk menciptakan vaksin yang bakal disuntikan kepada hewan ternak, namun sambil menunggu vaksin tersebut rampung, Kementan menggantinya dengan memberikan obat-obatan terlebih dahulu. Setidaknya untuk menjaga daya tahan para hewan ternak tersebut akibat paparan virus.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda