5 Perusahaan Asing Kuasai Harta Karun Indonesia, Ada yang Mayoritas Sahamnya Kini Milik RI
Proyek Chevron di Indonesia terhitung cukup banyak, mulai dari pengelolaan Blok Rokan hingga proyek Indonesia Deepwater Development (IDD), namun Chevron sudah keluar dari proyek tersebut. Kendati demikian, Chevron sepertinya sedang fokus mengembangkan lini bisnis baru di sektor energi baru terbarukan.
Temuan Harta Karun Terbaru, Kandungan Tembaga-Emas di NTB Lebih dari 2 Miliar Ton
Chevron beberapa waktu lalu menggandeng Pertamina dalam kerja sama Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) atau teknologi untuk mengurangi karbon yang dihasilkan pembangkit batu bara.
ExxonMobil, perusahaan asal Texas, Amerika Serikat ini berinvestasi di Indonesia dengan mengelola blok migas Cepu melalui Exxon Mobil Cepu Limited. Mengutip laman resmi ExxonMobil, perusahaan memegang 45 persen saham di blok Cepu hingga 2035.
ExxonMobil juga mengembangkan proyek Banyu Urip sejak 2001 dengan estimasi produksi puncak mencapai 165 ribu minyak per hari. Pengelolaan proyek ini berada di bawah kontrak pengelolaan blok Cepu.
Shell dikenal sebagai pesaing Pertamina dalam menjual produk Bahan Bakar Umum (BBM). Produk-produknya dibanderol sesuai harga pasar dan SPBU Shell banyak dijumpai di berbagai daerah.
Shell juga mengelola sejumlah proyek gas, salah satunya proyek raksasa kilang gas alam cair (LNG) Masela di Maluku. Namun, Shell memutuskan mundur dari proyek tersebut meski belum resmi.
Freeport perusahaan asing asal AS yang menguasai tambang emas dan tembaga di Papua ini, kini mayoritas sehamnya dimiliki oleh Indonesia. Dari sebelumnya hanya memiliki saham kurang dari 10 persen, pada akhir 2018 lalu, kepemilikan Indonesia di Freeport menjadi mayoritas atau 51,2 persen.
Namun sebelumnya, Freeport sempat mengelola tambang di sana selama puluhan tahun. Freeport yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1967 tersebut tak hanya mengeruk emas, tapi juga tembaga dan logam lainnya di Indonesia.
Baca pembahasan mengenai “Harta Karun” Alam Indonesia selengkapnya di Sindonews.com melalui link berikut https://www.sindonews.com/topic/16422/harta-karun
Editor: Jujuk Ernawati