5 Ton Gula Merah Cair Asal Janeponto Bakal Diekspor ke Turki

Suparjo Ramalan · Kamis, 20 Januari 2022 - 15:55:00 WIB
5 Ton Gula Merah Cair Asal Janeponto Bakal Diekspor ke Turki
5 ton gula merah cair asal Janeponto bakal diekspor ke Turki. Foto: Antara

MAKASSAR, iNews.id - Sebanyak 5 ton gula merah cair asal Janeponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) akan diekspor ke Turki pada Februari 2022. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Perdagangan saat ini sedang menyiapkan ekspor tersebut. 

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Sulawesi Selatan Ashari Fakhsirie Radjamilo mengatakan, ada permintaan sebanyak 5 ton gula mentah cair dari Turki sejak Januari hingga Februari, yang saat ini tengah disiapkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Jeneponto.

"Tahun 2020 ini kita berupaya ekspor gula merah cair. Ada salah satu UMKM yang kita bina dan untuk proyeknya di Jeneponto. Kita harapkan ini bisa menjadi eksportir juga nantinya," kata Ashari, dikutip Antara, Kamis (20/1/2022).

Pengiriman gula merah cair berbahan baku gula aren tersebut merupakan produk terbaru dari Sulsel yang akan merambah pasar luar negeri dan siap membidik pasar negara-negara Timur Tengah.

"Tanpa kita sadari, ternyata gula aren ini tinggi kandungan vitaminnya dan sudah diuji oleh lab dari Kementerian Kesehatan," ujarnya.

​Komoditas ekspor Sulsel didominasi dari tambang, disusul pertanian dan perikanan, kemudian industri.
​​​​​​
Ashari menuturkan, seluruh potensi di Sulsel akan diupayakan untuk bisa menjadi komoditas ekspor. Karena itu, Dinas Perdagangan akan melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) para eksportir Sulsel melalui pelatihan, termasuk yang berada di kabupaten.

Upaya lain dalam meningkatkan ekspor Sulsel adalah selalu berupaya menjamin ketersediaan stok yang akan dikirim, seperti tingkat produktivitas rumput laut maupun komoditas lainnya. Dinas Perdagangan juga akan lebih aktif melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam meningkatkan hasil produksi berbagai komoditas ekspor.

"Jika ingin meningkatkan hasil pertanian, berarti kami harus berkomunikasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, begitu pula jika semakin ingin meningkatkan hasil perkebunan, berarti kami harus berkomunikasi dengan dinas perkebunan, termasuk hasil hutan, kayu dan lain-lain," tutur Ashari.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: