52 Persen Perusahaan Besar Bangkrut karena Tak Adaptasi Digitalisasi

Advenia Elisabeth ยท Sabtu, 09 Juli 2022 - 13:55:00 WIB
52 Persen Perusahaan Besar Bangkrut karena Tak Adaptasi Digitalisasi
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan, dunia telah berubah karena digitalisasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Kadin Indonesia yang juga Chairman B20 Indonesia, Arsjad Rasjid menyebut dunia telah berubah karena disrupsi teknologi. Sekitar 52 persen perusahaan bangkrut atau diakuisisi karena tidak bisa mengikuti tren digitalisasi.

Arsjad mengatakan. di Indonesia, hal itu juga terjadi namun bukan hanya pada perusahaan besar tapi juga UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Terdapat 64,2 juta UMKM, yang berkontribusi 61 persen terhadap PDB atau lebih dari Rp8,5 triliun serta menyediakan lapangan kerja bagi 97 persen angkatan kerja.

“Pandemi Covid-19 melumpuhkan hampir 80-90 persen UMKM terutama saat PPKM. Namun di sisi lain, pandemi ini menjadi berkah tersendiri bagi sebagian UMKM terutama yang berhasil bertransisi ke e-commerce atau mengadopsi penjualan secara digital,” kata Arsjad, Sabtu (9/7/2022).

Menurut survei BI 2021, sebesar 20 persen UMKM Indonesia mampu memitigasi dampak pandemi dengan mendigitalkan bisnisnya dan berhasil memanfaatkan media pemasaran online. Artinya, kata Arsjad, melalui digitalisasi Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi berikutnya hingga 150 miliar dolar AS pada 2025 sekaligus berpotensi menambah 20 juta pekerjaan bersih pada 2030.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Arsjad menuturkan, Indonesia harus mengatasi tantangan kesenjangan infrastruktur digital yang memang masih belum merata secara geografis dan berpusat di kota-kota besar. 

Selain itu, tantangan kedua kurangnya keterampilan digital atau literasi digital yang akan membuat Indonesia menghadapi kekurangan 9 juta pekerja terampil di sektor teknologi digital.

Untuk mengatasi tantangan ini, Arsjad mengatakan Kadin Indonesia telah meluncurkan beberapa inisiatif untuk memberdayakan, mendidik, dan mempercepat literasi digital untuk bisnis dan UMKM, di antaranya melalui Platform WikiWirausaha dan Gugus Tugas Kejuruan yang membantu pemerintah mengubah kurikulum pendidikan kejuruan nasional untuk menerapkan keterampilan digital yang relevan dengan industri di masa depan.

“Kami mengajak komunitas bisnis dapat mengambil bagian dalam berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur digital dan konektivitas di seluruh negeri, mendukung dan memberikan masukan terhadap revitalisasi program kejuruan nasional agar lebih digital serta menyediakan magang di industrinya,” tutur Arsjad.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda