7 Bulan Terdampar di Taiwan, 5 ABK WNI Dipulangkan ke Tanah Air Hari Ini

Suparjo Ramalan ยท Minggu, 23 Oktober 2022 - 16:06:00 WIB
7 Bulan Terdampar di Taiwan, 5 ABK WNI Dipulangkan ke Tanah Air Hari Ini
Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta & PKK) Kementerian Ketenagakerjaan, Suhartono. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah memulangkan 5 ABK (anak buah kapal) Warga Negara Indonesia (WNI) yang berstatus Letter of Guarantee (LG) atau surat jaminan dari Taiwan ke tanah air, paad hari ini, Minggu (23/10/2022). 

Ke-5 ABK Kapal MV Uniprofit berbendera Belize itu, terdampar di Taiwan selama hampir 7 bulan dengan status LG. Melalui bantuan pemerintah Indonesia untuk pemenuhan hak-hak,  ke-5 ABK tersebut dapat dipulangkan pada Minggu (23/10/2022). 

Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Suhartono, menyampaikan bahwa permasalahan tersebut sudah ditangani oleh Pemerintah Indonesia melalui KDEI Taipei dan Kemanaker, serta kementerian/lembaga (K/L) terkait sejak pertama kali laporan diterima oleh KDEI Taipei. 

"Kemenaker terus melakukan koordinasi secara intens dengan KDEI di Taipei untuk dapat melakukan Negosiasi dan upaya-upaya agar para ABK LG tersebut dapat segera dipulangkan," kata Suhartono melalui siaran pers, Minggu (23/10/2022). 

Suhartono menjelaskan hambatan pemulangan disebabkan adanya aturan minimum safety manning, sehingga para ABK LG Indonesia tidak dapat turun kapal untuk pulang ke Indonesia sebelum adanya kru pengganti. 

Menurut dia, permasalahan ini bukan yang pertama kalinya, karena pada 2021 pemerintah Indonesia melalui Kemnaker bersama kementerian/lembaga terkait juga memulangkan 105 ABK LG yang terkendala pemulangannya dari Taiwan dengan permasalahan yang hampir sama. 

Dia menjelaskan, permasalahan yang dimaksud berupa perjanjian kerjanya telah berakhir, namun tidak dapat pulang ke Indonesia karena belum adanya kru pengganti. Selain itu, gaji mereka tidak dibayarkan sepenuhnya bahkan ada di antara mereka yang gajinya tidak dibayarkan. 

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada KDEI Taipei, otoritas di Taiwan, dan kementerian/lembaga terkait yang telah membantu mengupayakan pemulangan ini," ujar Suhartono.

Dia mengungkapkan, Kemenaker telah memantau proses pemulangan ini mulai dari penjemputan para ABK di Pelabuhan Kaohsiung, dilanjutkan di Bandara Internasional Kaohsiung, dan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (23/10/2022). 

"Alhamdulillah seluruh proses dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya kami akan serah terimakan kepada BP3MI Banten untuk membantu dalam proses pemulangan ke daerah asal," ungkap Suhartono. 

Sementara Direktur Bina Penempatan dan Pelindungan PMI, Kemnaker, Rendra Setiawan, menyatakan pemerintah Indonesia tidak ingin permasalahan ini berulang kembali. Oleh karena itu, dalam waktu dekat Indonesia dan Taiwan akan duduk bersama guna mencari solusi terbaik agar permasalahan ABK LG di Taiwan dapat dituntaskan. 

Sebelum pertemuan tersebut, pihaknya juga akan mengundang Kepala TETO di Jakarta untuk menyampaikan sikap tegas Pemerintah Indonesia terhadap penyelesaian permasalahan yang berlarut-larut terhadap ABK LG Indonesia. 

"Termasuk para ABK Kapal MV Jian Ye yang saat ini masih menunggu untuk dapat dipulangkan dengan permasalahan yang sama," tutur Rendra.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda