737 MAX Tak Bisa Terbang, Lion Air Keluar Kocek untuk Parkir dan Perawatan
JAKARTA, iNews.id - PT Lion Mentari Airlines telah mengandangkan 13 pesawat Boeing 737 MAX miliknya sejak Maret lalu. Sebanyak dua pesawat diparkirkan di Thailand sedangkan sisanya di Indonesia.
Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, selama dikandangkan, pesawat-pesawat tersebut tetap diberikan perawatan. Hal ini membuat pihaknya tetap harus mengeluarkan biaya maintenance.
Belum lagi, pihaknya juga harus membayarkan biaya parkir di bandara untuk 13 pesawat tersebut dan sudah berlangsung hingga empat bulan lamanya. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2015 tarif jasa penempatan dan penyimpanan pesawat di bandara dihitung per 12 jam setiap 1.000 kilogram bobot pesawat.
"Itu yang ekstrem. Tetap (ada biaya maintenance). Jadi pesawat tidak dioperasikan maupun dioperasikan tetap di-maintanance," ujarnya di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
Namun, dia enggan memberitahukan besaran biaya yang dihabiskan untuk maintenance 13 pesawat tersebut. Pasalnya, kebijakan tiap bandara yang menjadi tempat parkir pesawat berbeda-beda.
"Saya agak lupa (lebih mahal biaya parkir di Indonesia atau Thailand). Itu kan sebetulnya ranah masing-masing kebijakan di airport," ucapnya.
Sebelumnya, pesawat Boeing 737 MAX yang dikandangkan di seluruh dunia, tidak akan kembali mengangkut penumpang hingga 2020, karena akan membutuhkan waktu untuk memperbaiki perangkat lunak kontrol penerbangan dan menyelesaikan pekerjaan lain.
Pesawat saat ini diperkirakan kembali mengudara pada Januari 2020, setelah perusahaan mengusulkan penggantian awal perangkat lunak yang terlibat dalam kecelakaan mematikan, menurut beberapa pejabat Badan Penerbangan Federal (FAA) dan pemimpin industri AS.
Editor: Ranto Rajagukguk