Adhi Karya Susul Waskita Masuk ke Holding Infrastruktur

Okezone ยท Jumat, 01 Februari 2019 - 19:02 WIB
Adhi Karya Susul Waskita Masuk ke Holding Infrastruktur

PT Adhi Karya (Persero) Tbk segera melepas status perseronya untuk bergabung ke PT Hutama Karya (Persero) sebagai induk Holding BUMN Infrastruktur. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) akhirnya akan menyusul perusahaan plat merah lainnya untuk bergabung dalam Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Infrastruktur. Hal tersebut ditandai dengan dilepasnya status kepemilkan saham pemerintah kepada PT Hutama Karya (Persero).

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan, usai bergabung dengan Hutama Karya, pihaknya mengincar banyak sekali proyek-proyek infrastruktur. Sebab, dengan adanya Holding BUMN, maka komunikasi dan sinergi bisa lebih mudah.

"Banyak itu nanti, berikutnya kalau kita sudah bersinergi kan lebih baik lagi nanti," ujarnya, saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (1/2/2019).

Menurut Budi, beberapa proyek yang Adhi Karya incar pasca-holding adalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Terdekat adalah proyek SPAM di Karian Tangerang Selatan.

Selain itu, pihaknya juga akan mengincar beberapa proyek pembangunan jalur kereta api. Seperti pembangunan kereta api ringan (Light Rail Transit/LRT) Fase II yang menghubungkan dari Cibubur hingga Bogor.

"Kami akan mengembangkan proyek air, kereta api," ucapnya.

Selain itu, lanjut Budi, pihaknya juga akan menggenjot pengembangan sektor properti melalui anak usahanya yakni Adhi Properti. Untuk pengembangan sektor properti sendiri pihaknya akan menambah belanja lahan hingga 200 hektare (ha).

Belanja lahan ini sendiri nantinya dikhususkan untuk pembangunan hunian nempel stasiun (Transit Oriented Development/TOD). Adapun untuk wilayahnya nantinya akan difokuskan di wilayah Jabodetabek.

"Properti sekarang kami belanja lahan TOD. banyak sekitar 50 ha akan kami tambah lagi sampai 200 ha. ada banyak lokasi di sekitar Jabodetabek. Dan kami kerjasama memanfaatkan lahan BUMN lain investasi besar," ujarnya.

Alasan Budi, menggenjot properti karena sektor ini memiliki potensi yang cukup besar pada 2019. Untuk Adhi Karya sendiri diperkirakan penjualannya bisa mencapai Rp4 triliun.

"Kami perkirakan penjualan properti tahun ini sampai Rp4 triliun," ucapnya.


Editor : Ranto Rajagukguk