Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Yummy! Aura Kasih Ternyata Doyan Jajan Pinggir Jalan
Advertisement . Scroll to see content

Akademisi Ungkap UMKM Kian Kompetitif di Era Digital: Produsen Besar Hadapi Tantangan Baru

Rabu, 26 November 2025 - 20:54:00 WIB
Akademisi Ungkap UMKM Kian Kompetitif di Era Digital: Produsen Besar Hadapi Tantangan Baru
Dekan FEB Untar, Sawidji Widoatmodjo dalam acara Moneyfestasi iNews Media Group Campus Connect di Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, Rabu (26/11/2025). (Foto: Aldhi Chandra)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pergeseran pola distribusi ritel ke platform digital membuka ruang persaingan yang semakin luas bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Era digital melalui e-commerce menciptakan peluang besar bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang sebelumnya didominasi raksasa ritel.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara (FEB Untar), Sawidji Widoatmodjo menuturkan, penetrasi pasar dari berbagai platform digital dinilai memberi ruang yang sama bagi produsen kecil dari berbagai daerah untuk memperluas jangkauan penjualannya.

"UMKM bisa membuat pasar mereka, artinya siapapun kita, dari daerah manapun kita bisa berjualan seluas mungkin, that's opportunity," ucap Sawidji dalam acara Moneyfestasi iNews Media Group Campus Connect di Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, Rabu (26/11/2025).

Dia menambahkan, perkembangan ritel ke arah digital juga berdampak langsung pada struktur industri.

Menurutnya, produsen kecil kini memiliki kesempatan sama untuk bersaing dengan produsen besar yang sebelumnya mendominasi pasar kebutuhan sehari-hari.

Sawidji mencontohkan, tren produk kecantikan yang berkembang pesat di pasar UMKM, dan diikuti oleh para pelaku kecil.

"Ini akan menggerogoti pasar-pasar produsen besar seperti Martha Tilaar, Mustika Ratu, dan segala macam itu, karena mereka lebih dekat dengan konsumen,” tuturnya.

Dia menyebut, produsen skala kecil pada berbagai kategori bisnis juga disebut mulai muncul sebagai pesaing nyata bagi perusahaan besar. Hal ini dinilai menciptakan tantangan baru bagi raksasa-raksasa ritel yang sebelumnya mendominasi pangsa pasar konsumen domestik.

Sawidji menuturkan, pola pemasaran digital memberi fleksibilitas bagi produsen kecil untuk membangun kedekatan dengan konsumen. Sementara produsen besar menghadapi dinamika pasar yang lebih kompetitif.

"Produsen kecil mulai mempunyai kesempatan untuk mengalahkan yang besar-besar," katanya.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut