APBN Bisa Biayai Subsidi BBM hingga Akhir Tahun, Ini Syaratnya

Mochamad Rizky Fauzan ยท Rabu, 31 Agustus 2022 - 11:08:00 WIB
APBN Bisa Biayai Subsidi BBM hingga Akhir Tahun, Ini Syaratnya
Stafsus Menkeu Yustinus Prastowo menyampaikan, APBN 2022 sebetulnya cukup untuk membiayai subsidi BBM hingga akhir tahun dengan sejumlah syarat dan ketentuan. (Foto: Dede F/MPI)

JAKARTA, iNews.id - Staf Khusus (Stafsus) Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo menyampaikan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini sebetulnya cukup untuk membiayai subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kompensasi energi hingga Desember 2022. Namun, hal tersebut disertai dengan syarat dan ketentuan berlaku. 

Prastowo menjelaskan, salah satu syarat adalah bila harga minyak mentah dunia yang pergerakannya sangat bergejolak bisa bertahan di rentang yang tidak terlalu jauh dari 100 dolar AS per barel. Pasalnya, angka itu sudah menjadi harga patokan minyak mentah Indonesia atau ICP dalam APBN 2022.  

"Sepanjang masih ada di level 100 dolar AS kita masih sanggup untuk sampai dengan Desember mempertahankan subsidi yang Rp502 triliun," ujar Prastowo dalam acara diskusi webinar berjudul "Menemukan Jalan Subsidi BBM Tepat Sasaran" dikutip, Rabu (31/8/2022).

Dia menambahkan, ketika harga minyak sudah tembus di level atas 100 dolar AS per barel sebagaimana tercantum dalam APBN 2022 yang sudah dilakukan perubahan, maka kemampuan APBN untuk membayar subsidi dan kompensasi energi menjadi terganggu.

''Patokan tetap 100 dolar AS tadi, itu sebagai dasar untuk menghitung subsidinya. Kalau sudah terlalu tinggi, tentu saja kita akan hitung ulang karena subsidi pasti akan membengkak, itu yang menjadi dasar penghitungannya," kata dia.

Selain soal harga, di sisi lain tentu saja persoalan kuota juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan pemerintah dalam memenuhi anggaran subsidi. Apalagi kuota itu tidak bisa mengimbangi tingkat konsumsi masyarakat seusai pandemi Covid-19.

Prastowo menuturkan, hingga akhir 2022 ditetapkan kuota Pertalite 23 juta kiloliter dan solar 15,1 juta kiloliter. Hingga Juli 2022 jatah Pertalite yang sudah terpakai mencapai 16,84 juta kiloliter. Lalu, jatah Solar telah telah terpakai 9,88 juta kiloliter.

"Kuota tinggal 6 juta kiloliter yang mungkin cukup sampai Oktober saja, kok bisa? Waktu kita proyeksikan di tahun 2021 untuk susun anggaran 2022, tidak kita bayangkan ternyata mobilitas akan meningkat sepesat ini," ucap Prastowo.

Editor : Aditya Pratama

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda