APBN Bisa Biayai Subsidi BBM hingga Akhir Tahun, Ini Syaratnya
Selain soal harga, di sisi lain tentu saja persoalan kuota juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan pemerintah dalam memenuhi anggaran subsidi. Apalagi kuota itu tidak bisa mengimbangi tingkat konsumsi masyarakat seusai pandemi Covid-19.
Prastowo menuturkan, hingga akhir 2022 ditetapkan kuota Pertalite 23 juta kiloliter dan solar 15,1 juta kiloliter. Hingga Juli 2022 jatah Pertalite yang sudah terpakai mencapai 16,84 juta kiloliter. Lalu, jatah Solar telah telah terpakai 9,88 juta kiloliter.
"Kuota tinggal 6 juta kiloliter yang mungkin cukup sampai Oktober saja, kok bisa? Waktu kita proyeksikan di tahun 2021 untuk susun anggaran 2022, tidak kita bayangkan ternyata mobilitas akan meningkat sepesat ini," ucap Prastowo.
Terakhir adalah faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dalam APBN 2022 yang berdasarkan ketetapan Perpres Nomor 09 Tahun 2022, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah sebesar Rp14.450, sedangkan saat ini sudah di level Rp14.837 per dolar AS.
"Itu berdampak karena asumsi awalnya sekitar katakanlah Rp14.400 menjadi Rp14.750, ada selisih. Kenapa karena kita juga impor minyak, pendapatan kita itu rupiah, tapi kita belikan barang yang menggunakan dolar AS," tuturnya.