APPBI Dorong Pengelola Mal Berinovasi agar Jumlah Pengunjung Meningkat
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjadja menyebut, tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan atau mal berangsur pulih. Hal ini seiring pelonggaran pembatasan aktivitas masyarakat pascapandemi Covid-19.
Namun, saat ini pengelola pusat perbelanjaan masih menghadapi sejumlah tantangan untuk merangsang minat masyarakat untuk datang ke mal. Pasalnya, pandemi membuat sebagian masyarakat beralih berbelanja secara daring di marketplace.
"Berdasarkan catatan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, diperkirakan 20 persen masyarakat Indonesia saat ini memilih tetap berbelanja secara daring, kendati semakin banyak mal yang kapasitasnya telah dibuka 100 persen,” ujar Alphonzus dalam keterangannya dikutip, Minggu (24/7/2022).
Dia menambahkan, masyarakat yang tetap berbelanja secara daring menganggap mal dan pusat belanja hanyalah sekadar tempat membeli barang. Padahal, mal tidak hanya menjadi tempat berbelanja.
"Mal dan pusat perbelanjaan juga memiliki fungsi lain, yakni tempat untuk mencari hiburan, rekreasi, dan sebagainya. Karena itulah, tugas pengelola mal dan pusat perbelanjaan saat ini untuk berinovasi meningkatkan experience dan journey pengunjung," kata dia.
Menurutnya, keberadaan unsur journey inilah yang menjadi kekuatan mall dan pusat perbelanjaan jika dibandingkan marketplace online. Dia menambahkan, journey yang menyenangkan itu harus dimulai dari saat pengunjung masuk sampai meninggalkan area parkir mal atau pusat perbelanjaan.
"Di mal itu pengunjung melakukan shopping, bukan sekadar buying things. Aktivitas shopping itu harus dirancang agar memberikan pengalaman yang menyenangkan.” ucapnya.
Alphonzus menuturkan, seringkali area parkir jadi sumber munculnya ketidaknyamanan pengunjung akibat ketidakpraktisan transaksi parkir, kesulitan mencari parking bay yang tersedia, sampai antrean kendaraan yang panjang saat masuk dan keluar area parkir.
Editor: Aditya Pratama