Aturan LCS Siap Diteken Jokowi, Swasta Bisa Jadi Operator Bandara dan Pelabuhan

Rully Ramli ยท Rabu, 02 Oktober 2019 - 13:04 WIB
Aturan LCS Siap Diteken Jokowi, Swasta Bisa Jadi Operator Bandara dan Pelabuhan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Foto: Humas Kemenko Ekonomi)

JAKARTA, iNews.id - Peraturan Presiden (Perpres) tentang Limited Concession Scheme (LCS) segera ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hak pengelolaan terbatas menjadi skema terbaru sebagai alternatif pendanaan infrastruktur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, LCS menjadi salah satu solusi untuk mengakselerasi pembangunan lebih cepat. Skema ini dinilai paling cocok setelah digulirkan pertama kali pada 2017.

"Sebetulnya ada juga (skema) yang kita kembangkan beberapa tahun lalu tapi perumusannya agak lambat, saya tahu Perpres siap ditandatangani LCS, limited concession scheme," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Darmin mengakui pembahasan aturan ini menemui banyak kendala. Pasalnya, kementerian dan BUMN kesulitan dalam menetapkan proyek infrastruktur yang bisa diserahkan kepada swasta.

"Kita merasa sayang sekali untuk memberikan LCS, kan terhadap infrastruktur yang kita punya. 'Jangan yang itu, yang ini aja yang jelek'," katanya.

Lewat skema ini, investor nantinya bisa menjadi operator untuk proyek-proyek infrastruktur seperti bandara yang dimiliki PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) serta pelabuhan yang dipunyai PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), dan PT Pelindo III (Persero).

Soal jangka waktu konsesi, Darmin mengatakan, investor nantinya bisa mengelola infrastruktur itu selama belasan tahun. Dia yakin konsesi yang diberikan bisa menarik minat swasta, baik dalam negeri maupun asing.

Meski begitu, mantan gubernur Bank Indonesia itu menetapkan kriteria ketat bagi investor yang tertarik. Salah satunya mereka harus berpengalaman mengelola infrastruktur sebelumnya. Selain itu, investor juga harus membayar hak konsesi di muka

"Dia (investor) tahu dari pengalaman, sehingga dia berani bayar di depan," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah