Awal Pekan, IHSG Berpeluang Menguji Rekor Baru
Reza mengatakan, masih adanya aksi beli terutama pada saham-saham industri dasar dan pertambangan mampu membuat laju IHSG dapat bertahan di zona hijau, terutama menjelang penutupan.
Selain itu, kata Reza, pergerakan rupiah yang masih terapresiasi dan bursa saham Asia yang juga bergerak positif turut berimbas pada naiknya IHSG.
Sementara Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak bervariasi, bahkan berpeluang terkoreksi di awal pekan dengan range pergerakan 6.440-6.500. Secara teknikal, IHSG diprediksi terkonsolidasi setelah gagal terkoreksi pada akhir pekan lalu
"Pola candlestick pergerakan membentuk hanging man dengan indikasi koreksi. Namun secara pergerakan Wave, IHSG masih memiliki ruang pergerakan hingga menguji level 6.500. Indikator stochastic berpotensi dead-cross pada area overbought dengan momentum RSI yang cenderung tertahan," kata Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi.
IHSG pekan sebelumnya ditutup menguat 18.23 poin ke level 6.490 pada pre-closing dengan sektor industri dasar memimpin penguatan. Sejumlah saham seperti TKIM, INKP dan SMCB menguat diatas 5 persen.