Bank Syariah Indonesia Berencana Right Issue di Kuartal IV 2022, Bakal Terbitkan 6 Miliar Saham Baru

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 20 September 2022 - 19:00:00 WIB
Bank Syariah Indonesia Berencana Right Issue di Kuartal IV 2022, Bakal Terbitkan 6 Miliar Saham Baru
Logo Bank Syariah Indonesia. (Foto: dok iNews0

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berencana melakukan right issue (penawaran umum terbatas) di kuartal IV 2022 dengan menerbitkan 6 miliar saham baru Seri B dengan nilai Rp500 per saham.

Pernyataan pendaftaran hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 September 2022.

"Iya itu (right issue) untuk meningkatkan permodalan ke kita, di kuartal IV ini (2022)," ungkap Hery, saat ditemui wartawan di DPR RI, Selasa (20/9/2022). 

Menurut dia, aksi korporasi ini diharapkan dapat dilaksanakan dan selesai pada kuartal IV 2022, atau tidak lebih dari 12 bulan setelah persetujuan RUPSLB sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran kepada OJK.

BSI juga berencana untuk menggunakan seluruh dana dari right issue ini untuk penyaluran pembiayaan, dalam mendukung pertumbuhan bisnisnya. 

Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan HMETD miliknya, maka persentase kepemilikan atas saham perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 12,73 persen.

Sebelumnya, Kementerian BUMN mencatat total aset yang dibukukan Bank Syariah Indonesia hingga Juni 2022 mencapai Rp277 triliun. Sementara ekuitas perusahaan pada periode tersebut menyentuh angka Rp26 triliun. 

Jumlah aset dan ekuitas BSI ini disampaikan langsung Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR. Menurutnya, dengan jumlah aset tersebut, maka BSI masuk sebagai bank syariah terbesar di Indonesia. 

"BSI per Juni 2022 aset total Rp277 triliun dan ekuitas sebesar Rp 26 triliun. Ini merupakan bank syariah terbesar di Indonesia. Dengan menjadi bank terbesar di Indonesia, BSI akan punya peran penting dalam pembangunan perekonomian syariah di Indonesia," kata Susyanto. 

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda