Batik Air Buka Rute Jakarta-Samarinda Mulai 21 November
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengapresiasi langkah maskapai Batik Air yang membuka rute Jakarta-Samarinda. Penerbangan perdana akan dilakukan pada 21 November 2018.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Batik Air akan melayani penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda pulang pergi (PP). Bandara ini baru saja selesai direnovasi pada akhir bulan lalu.
Jika sebelumnya bandara ini hanya dilayani oleh penerbangan rute pendek dengan pesawat jenis ATR 42, namun masyarakat dapat menikmati penerbangan dari dan ke Samarinda. Pesawat yang akan dipakai lebih besar yaitu jenis Airbus 320 dan Boeing 737-800 ER.
"Saya senang dan mengapresiasi adanya maskapai penerbangan yang akan beroperasi melayani rute di Bandara APT Pranoto Samarinda," kata Menhub, Minggu (18/11/2018).
Dia mengatakan, Batik Air menjadi satu-satunya maskapai penerbangan yang mendapatkan izin terbang dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub. Anak usaha Lion Air Group itu akan melayani rute dari Jakarta ke Samarinda PP setiap hari dengan pesawat jenis Airbus A320.
"Sebagaimana harapan Bapak Presiden Jokowi pada saat meresmikan bandara ini untuk segera menambah rute-rute penerbangan dari kota-kota besar langsung ke Samarinda, sebentar lagi akan terwujud,” ucapnya.
Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu menambahkan, Kemenhub akan terus meningkatkan konektivitas transportasi dari dan ke Kalimantan Timur.
Selain itu, kata Menhub, maskapai kecil yang akan beroperasi dari dan ke Samarinda yaitu Travel Express yang akan melayani rute Samarinda-Berau PP 7 kali seminggu, Samarinda-Melak PP 7 kali seminggu dan Samarinda-Tanjung Selor PP 3 kali seminggu dengan pesawat udara jenis ATR.
Selain itu, untuk maskapai Susi Air akan melayani rute Samarinda-Balikpapan PP setiap harinya dengan pesawat udara jenis Cessna.
“Saya harap dengan beroperasinya bandara ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Samarinda yang akan bepergian serta dapat meningkatkan perekonomian dan wisata di Samarinda,” ucapnya.
Bandara APT Pranoto Samarinda mulai dibangun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2011. Bandara ini memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 2.250 x 45 meter, taxiway berukuran 173 x 23 meter, apron 300 x 23 meter, sehingga sudah bisa melayani pesawat Boeing 737-900 ER.
Dari sisi prasarana, bandara ini memiliki gedung hanggar seluas 36.342 meter persegi dan gedung terminal penumpang seluas 12.700 meter yang mampu menampung penumpang dengan kapasitas 1,5 juta penumpang per tahun.
Editor: Rahmat Fiansyah