Bayar Tol Tanpa Berhenti Akan Diterapkan Awal 2022, Trans Jawa dan Bali Paling Siap
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah telah menetapkan pemenang tender proyek sistem transaksi tol nontunai nirsentuh berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF). Dua tahun lagi, pengguna tak perlu lagi berhenti di gerbang tol untuk membayar.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit menargetkan, Roatex selaku pemenang tender bisa memulai konstruksi pada tahun ini.
"Untuk implementasinya secara bertahap dimulai pada 2022," katanya, Kamis (28/1/2021).
Danang mengatakan, sistem MLFF nantinya diterapkan berdasarkan lingkup wilayah, bukan per ruas tol. Dia pun berharap kehadiran sistem ini bisa memperlancar sekaligus mempercepat arus kendaraan saat melakukan pembayaran "Sehingga tidak ada penumpukan di gerbang tol," katanya.
Chief Representative Roatex, Musfihin Dahlan mengatakan, masa konsesi proyek dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) itu 10 tahun terhitung awal konstruksi.
"Diharapkan pada awal tahun 2022, sebagian besar ruas jalan tol, terutama di Jawa dan Bali sudah dapat menerapkan MLFF," katanya.
Perusahaan, kata Musfihin, akan membawa Global Navigation Satellite System (GNSS) yang merupakan teknologi paling mutakhir dalam sistem MLFF. Teknologi telah diterapkan di Hungaria selama lebih dari tujuh tahun terakhir.
"Teknologi ini sangat terbuka bagi pengembangan untuk pelayanan jalan berbayar lainnya, seperti ERP (Electronic Road Payment), traffic manajemen berbasis data induk (Big Data), dynamic pricing, parking, dan lain-lain sesuai perkembangan kebutuhannya," tuturnya.
Setiap pengguna jalan tol akan diperkenalkan aplikasi e-Obu lewat ponsel atau Onboard Unit (OBU) atau road ticket bagi yang hanya sekali jalan.
Editor: Rahmat Fiansyah