Begini Aksi Korporasi Garuda Indonesia setelah Menang PKPU
JAKARTA, iNews.id - PT Garuda Indonesia Tbk sepakat berdamai dengan kreditur terkait proposal restrukturisasi utang senilai Rp142 triliun yang diproses melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Maskapai pelat merah ini segera melakukan aksi korporasi setelah kesepakatan tersebut diperoleh.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, implementasi rencana bisnis perusahaan akan dilakukan setelah 30 hari pascapengumuman PKPU atau terhitung sejak Senin (27/6/2022).
"Yang jelas, Alhamdulillah ternyata tahap ini (PKPU) bisa kita lewati lancar, hari ini dan tentu saja, sesuai dengan kesepakatan hari ini, proses restruk kita akan dilanjutkan 30 hari, untuk finalisasi dengan semua kreditur, alhamdulillah bisa sampai di tahap ini meski tertunda satu pekan kemarin," ujar Irfan kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (27/6/2022).
Adapun aksi korporasi yang dibidik emiten dengan kode saham GIAA ini di antaranya melakukan rights issue sebanyak dua kali. Langkah ini untuk memperkuat modal perusahaan.
Garuda Indonesia akan Terbangkan 70 Pesawat per Hari Pasca PKPU
Rights issue pertama pemerintah akan menginjeksikan Rp7,5 triliun untuk porsi awal restrukturisasi Garuda. Di mana pemerintah mengalokasikan penyertaan modal negara dari cadangan pembiayaan investasi, pembiayaan operasional, dan pendanaan restrukturisasi selama 2022-2023.
Utang Garuda Indonesia di 3 Bank Himbara Capai Rp11 Triliun, Lunas 22 Tahun Lagi
Adapun rights issue tahap kedua akan dilakukan pada awal III - IV untuk tambahan pendanaan dari investor strategis. Setelah proses rights issue tahap kedua tersebut, maka persentase kepemilikan saham pemerintah di Garuda minimal sebesar 51 persen.
"Tentu akan ada penanaman modal pemerintah yang sudah disetujui DPR, dengan syarat tercapai homologasi, dengan sudah homologasi, proses penanaman modal bisa kita lakukan dalam bentuk right issue dan segala macam dan butuh proses yang harus difinalisasi untuk menjaga governance," kata dia.
2 Lessor Ajukan Keberatan, Bagaimana Nasib Hasil PKPU Garuda Indonesia?
Manajemen juga akan mengoperasikan pesawat dua kali lipat dari jumlah saat ini. Irfan menyebut akan ada 70 armada pesawat yang dioperasikan.
"Tidak mengurangi rute sementara waktu, rute saat ini masuk dalam klasifikasi menguntungkan, kemungkinan besar akan ditambah frekuensinya, dan kemungkinan beberapa rute yg kita buka belum dibuka, akan dibuka kembali," ucapnya.
Utang Garuda Indonesia ke Lessor Capai Rp104 Triliun, Ini Daftarnya
Kemudian, pelaksanaan Rapat Umum Pemegang saham (RUPS). Irfan berharap pelaksanaan RUPS segera dilakukan sehingga perusahaan bisa memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 7,5 triliun.
Editor: Aditya Pratama