Begini Trik agar Insentif Kartu Prakerja Cepat Cair

Antara ยท Senin, 13 Juli 2020 - 22:08 WIB
Begini Trik agar Insentif Kartu Prakerja Cepat Cair

Kartu Prakerja. (Foto: ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNews.id - Sebagian peserta program kartu prakerja mengeluhkan insentif yang tak kunjung cair. Namun, ada beberapa trik yang bisa dilakukan agar pembayaran cepat dilakukan.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, ada sejumlah prosedur yang perlu diperhatikan peserta agar insentif bisa segera dicairkan. Salah satunya menuntaskan pelatihan.

"Yang telah menyelesaikan pelatihan 495.000 yang dapat insentif ada 476.000," katanya di Jakarta, Senin (13/7/2020).

Selain mengikuti pelatihan, dia menyebutkan, peserta harus memberikan ulasan dan rating pada pelatihan yang sudah diselesaikan.

Prosedur ini diharapkan menjadi evaluasi langsung yang disampaikan dari peserta sekaligus sebagai bagian transparansi pelatihan khususnya kepada peserta berikutnya.

"Karena rating buat peserta yang lain bisa memilih atas dasar pengalaman teman terdahulu, ini cara evaluasi yang langsung dan cepat dari penggunanya, ini bermanfaat bagi kami," tutur Denni.

Syarat lain yang bisa menjadi perhatian yaitu rekening atau dompet elektronik (e-wallet) yang ditautkan menerima insentif harus dalam keadaan aktif.

Selanjutnya, kata dia, nomor induk kependudukan (NIK) yang dimasukkan dalam proses tautan rekening atau dompet elektronik harus sama dengan NIK ketika mendaftarkan.

Jika menggunakan dompet elektronik, kata dia, peserta harus memperbaharui atau melakukan upgrade sistem tersebut agar sang penerima insentif memang merupakan peserta program.

"Ini untuk memastikan bahwa itu betul-betul Anda bukan orang lain karena ini verifikasi secara digital. Tapi kalau rekening bank, maka tidak perlu karena langsung data diri sendiri," katanya.

Begitu juga nomor telepon seluler tidak boleh diganti atau harus sama dengan nomor ketika digunakan mendaftar pertama kali.

"Pastikan jangan berubah sampai enam bulan ke depan karena insentif berturut-turut dibayarkan dan masih ada survei dilakukan sampai enam bulan ke depan," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah