Berantas Sindikat Judol, OJK Sikat 32.556 Rekening
“Pada Januari 2026, kredit tumbuh sebesar 9,96 persen year-on-year menjadi sebesar Rp8.527 triliun, meningkat dibandingkan positif Desember 2025 yang tumbuh 9,63 persen,” ungkapnya.
Berdasarkan data OJK, kredit investasi tumbuh tertinggi sebesar 22,38 persen, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 6,58 persen, dan kredit modal kerja sebesar 4,13 persen. Dari sisi korporasi, pertumbuhan tercatat sebesar 16,07 persen, sementara bank BUMN memimpin dari sisi kepemilikan dengan kenaikan 13,43 persen.
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tercatat tumbuh positif sebesar 13,48 persen menjadi Rp10.076 triliun, dengan giro sebagai komponen yang tumbuh paling tinggi (19,75 persen). Dian menegaskan bahwa ketahanan perbankan saat ini memiliki bantalan (buffer) yang sangat memadai.
“Ketahanan perbankan juga tetap kuat. Ini tercermin dari permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 25,87 persen Desember yang lalu tercatat 25,87 persen tentu ini menjadi buffer mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global di masa ini,” tegasnya.
Meskipun rasio kredit bermasalah (NPL Gross) sedikit naik ke level 2,14 persen dari sebelumnya 2,05 persen, angka tersebut dinilai masih terjaga jauh di bawah ambang batas aman.
Editor: Puti Aini Yasmin