Berlisensi Siemens, Pabrik Komponen Listrik Senilai Rp500 Miliar Resmi Beroperasi

Rahmat Fiansyah ยท Rabu, 16 Oktober 2019 - 10:50 WIB
Berlisensi Siemens, Pabrik Komponen Listrik Senilai Rp500 Miliar Resmi Beroperasi

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (tengah) meresmikan pabrik PT Twink Indonesia High Voltage di Bogor, Selasa (15/6/2019). (Foto: Humas Kemenperin)

BOGOR, iNews.id - PT Twink Indonesia High Voltage resmi mengoperasikan pabrik komponen listrik tegangan tinggi di Bogor senilai Rp500 miliar. Pabrik tersebut akan memproduksi komponen pembangkit mulai dari boiler hingga panel listrik.

"Kami mengapresiasi kerja sama teknik dan perjanjian lisensi antara PT Twink Indonesia dengan Siemens AG," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi, Rabu (16/10/2019).

Menperin berharap, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pabrik ini terus ditingkatkan. Sebagai industri substitusi impor, sektor ketenagalistrikan diharapkan bisa menjadi industri utama bagi ekonomi Indonesia.

Meski begitu, dia mengatakan, penggunaan konten lokal ini bergantung pada kepastian pembelian barang. Pabrik yang menyerap tenaga kerja hingga 100 orang ini nantinya akan bekerja sama dengan PT PLN (Persero) di samping swasta, terutama kawasan industri.

"Diharapkan pesanan pabrik ini bisa mencapai target yang direncanakan. Jadi, tugasnya PLN dan ESDM untuk memastikan order-nya tepat waktu, sehingga jadwal tunggunya tidak terlalu lama," tuturnya.

Direktur Twink Indonesia Stanley Milikan mengatakan, perseroan sebenarnya telah membuat komponen listrik sejak 1970. Namun, komponennya sangat sederhana.

Kini, Twink bisa menggandeng Siemens AG sehingga bisa membuat produk tegangan tinggi yang lebih canggih. Lewat kerja sama ini, pekerja Twink akan mendapatkan pelatihan dari Siemens. Saat ini satu tim sudah diberangkatkan ke Jerman untuk di-training selama 11 bulan.

"Siemens akan memberikan akses kepada supply chain mereka di seluruh dunia sehingga kita bisa mendapatkan komponen yang paling kompetitif,” ucapnya.


Editor : Rahmat Fiansyah