Bhima Yudhistira: Boom Commodity Bantu Recovery Kredit Perbankan

Rizqa Leony Putri ยท Jumat, 20 Mei 2022 - 11:04:00 WIB
Bhima Yudhistira: Boom Commodity Bantu Recovery Kredit Perbankan
Kenaikan harga komoditas (boom commodity) turut menyebabkan kualitas kredit perbankan pada sektor tersebut juga mulai pulih. (Foto: Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNews.id - Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menjelaskan bahwa kinerja perbankan terus menunjukkan akselerasi. Terlihat dari sejumlah sektor yang mengalami pemulihan, seperti sektor pertambangan, transportasi, pergudangan, konstruksi, dan perdagangan.

Terkait membaiknya kinerja sektor pertambangan, disebabkan naiknya harga komoditas akibat pandemi Covid-19 dan ketegangan perang Rusia-Ukraina. Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), batu bara, hingga nikel.

Kenaikan harga komoditas tersebut turut menyebabkan kualitas kredit perbankan pada sektor tersebut juga mulai pulih. Bhima menyebut, adanya peningkatan harga komoditas merupakan momentum yang perlu diambil industri perbankan untuk kembali memperbaiki kualitas kreditnya di sektor pertambangan.

"Bank idealnya meningkatkan penyaluran ke sektor yang sesuai standar ESG salah satunya adalah EBT. Tapi dalam praktiknya terdapat pertimbangan bahwa momentum boom commodity masih akan dimanfaatkan untuk recovery kredit secara cepat. Ada dilema," kata Bhima, beberapa waktu lalu.

Meskipun di sisi lain, perbankan juga tetap menyalurkan dan meningkatkan pembiayaan hijau. Terlebih tahun ini pembiayaan hijau seperti energi baru dan terbarukan (EBT) diprediksi semakin subur digencarkan perbankan.

Sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), berbagai langkah dan strategi dilakukan seluruh pihak, termasuk industri perbankan. Salah satu aspek yang dilakukan perbankan adalah menyalurkan pembiayaan hijau.

Menurutnya, prospek pertumbuhan kredit perbankan masih akan positif sepanjang kuartal II tahun ini.

"Dipengaruhi pertumbuhan kredit investasi disektor pertambangan dan perkebunan, sementara itu pelonggaran mobilitas akan dorong kredit segmen jasa akomodasi dan transportasi," ucapnya. 

Melihat prospek tersebut, perbankan juga harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit, sehingga pertumbuhan kredit dibarengi dengan perbaikan kualitas kredit dapat mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

(CM)

Editor : Rizqa Leony Putri

Bagikan Artikel: