BI Pangkas Suku Bunga Acuan, BTN Buka Opsi Turunkan Bunga KPR

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 03 September 2019 - 22:36 WIB
BI Pangkas Suku Bunga Acuan, BTN Buka Opsi Turunkan Bunga KPR

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membuka opsi penurunan bunga kredit kepemilikan rumah (KPR). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membuka opsi penurunan bunga kredit kepemilikan rumah (KPR). Hal ini menyusul keputusan Bank Indonesia (BI) yang telah dua kali menurunkan suku bunga acuannya.

Direktur Finance, Treasury & Strategy Nixon LP Napitupulu menilai, rencana tersebut tidak hanya karena penurunan suku bunga acuan BI. Pasalnya, BTN melihat saat ini kondisi likuiditas di pasar keuangan mengetat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), loan to deposit ratio (LDR) industri perbankan nasional berada di 96,1 persen sedangkan LDR BTN sebesar 114,29 persen. Keduanya lebih tinggi dibandingkan ketetapan BI di mana batas LDR aman di posisi 70-80 persen.

"Bunga kredit mungkin turun sepanjang likuiditas market cukup. Selain bunga acuan, keketatan likuiditas market juga pengaruh, kalau bunga turun tapi likuiditas lock, ya susah," ujarnya di Menara BTN, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Kendati demikian, dia yakin bunga KPR BTN akan turun dan hanya menunggu waktu. Pasalnya, sudah ada indikasi penurunan biaya bunga pada Agustus lalu dibandingkan bulan sebelumnya sehingga BTN hanya menunggu likuiditas pasar keuangan stabil

"Kalau masih perang harga memang masih susah. Ke depan tapi akan turun, tinggal nunggu timing," kata dia.

Berdasarkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) BTN per Agustus 2019 tercatat bunga KPR sebesar 10,75 persen. Oleh karenanya, BTN menargetkan penurunan LDR pada 2020 hingga mencapai 101-103 persen agar likuiditas tetap sehat.

Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga di kisaran 11-13 persen, dengan Cadangan Kerugian Penurunan Laba (CKPN) sebesar 70 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan posisi saat ini yang masih sebesar 40 persen.

"Dibanding Juli, walau likuiditas naik, total dana naik, beban bunga rupiah bulanan Agustus turun dibanding Juli. Cost of fund kita menuju tren penurunan. Saya optimistis sampai akhir tahun bisa capai target laba Rp2,6 triliun," tutur dia.

Sebagai informasi, BTN masih mendominasi 39,6 persen pangsa pasar pembiayaan perumahan nasional dan 92,4 persen pangsa pasar pembiayaan perumahan subsidi di Indonesia.

Hingga semester I 2019, BTN mencatat aset tumbuh 16,58 persen menjadi Rp312,5 triliun, Kredit dan Pembiayaan tumbuh 18,78 persen menjadi Rp251,0 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp219,8 triliun atau tumbuh 15,89 persen.


Editor : Ranto Rajagukguk