BP Batam Dipegang Pemkot, Investor Bisa Hengkang

Rully Ramli ยท Rabu, 19 Desember 2018 - 19:43 WIB
BP Batam Dipegang Pemkot, Investor Bisa Hengkang

Pengamat kebijakan publik, Danang Girindrawardana. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah pusat diminta untuk mengkaji ulang rencana mengalihkan kewenangan Badan Pengusahaan (BP) Batam kepada Pemerintah Kota Batam. Pasalnya, iklim investasi di wilayah itu terancam memburuk.

Pengamat kebijakan publik, Danang Girindrawardana tidak menampik dualisme kepemimpinan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dikeluhkan oleh pengusaha. Namun, pengalihan BP Batam ke Pemkot perlu dipikirkan ulang.

"Saya lihat kebijakan ini cukup sensitif dan sebaiknya, kebijakan ini tidak dikeluarkan dalam waktu yang terburu-buru," kata Danang di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Menurut dia, ada perbedaan yang jelas dalam hal perizinan di BP Batam dan Pemkot Batam. Selama ini, layanan izin yang dikeluarkan BP Batam lebih mudah dan tidak berbelit-belit.

Selain itu, dia juga khawatir peralihan wewenang ke Pemkot Batam bisa meningkatkan ketidakpastian bagi dunia usaha. Dia menyebut, Pemkot Batam bisa saja mengubah-ubah kebijakan yang ada seperti iuran wajib dan tata ruang, yang bisa merugikan investor.

""Jika ini terus digoreng tanpa satu kepastian yang jelas, industri-industri besar yang sifatnya padat karya di Batam bisa dengan mudah angkat kaki dari sana," ujar dia.

Senada, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menyatakan, rencana mengalihkan wewenang BP Batam ke Pemkot Batam bisa memperburuk iklim investasi. Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi Batam bisa terkontraksi.

"Keputusan ini tidak sejalan dengan cita-cita Batam ke depan sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional," ucapnya.

Dewan Pakar Habibie Center, Umar Juoro menambahkan, soal dualisme yang penting bukan hanya peleburan, melainkan siapa yang mengelola izin investasi.

"Bagi investor tidak masalah Batam itu dikelola pusat atau daerah. Pemkot atau BP Batam. Bagi investor yang penting adalah pengelola harus profesional," kata Umar.

Editor : Rahmat Fiansyah