BP Batam Targetkan Anggaran Rp2,4 Triliun di 2027, Tak Bergantung Tambahan APBN
“Setiap rupiah yang diterima harus dikelola secara bertanggung jawab. PNBP bukan hanya sumber pembiayaan, tetapi juga instrumen untuk memastikan pembangunan Batam berjalan efektif dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” katanya.
BP Batam menilai pilihan untuk tidak bergantung pada tambahan APBN semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan fiskal nasional. Pemerintah pusat perlu memberikan perhatian lebih besar kepada daerah yang terdampak bencana, mengalami krisis kemanusiaan, maupun menghadapi kebutuhan luar biasa lainnya.
“Kalau Batam bisa membangun dengan pendapatannya sendiri, mengapa harus mengambil ruang anggaran yang lebih dibutuhkan daerah lain, apalagi ketika ada masyarakat yang sedang menghadapi bencana?” ujar Li Claudia Chandra.
Meski demikian, pembangunan Batam tetap dinilai memiliki arti strategis bagi perekonomian nasional. Karena itu, BP Batam ingin pertumbuhan kawasan tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kemandirian dan efisiensi.
“Batam tetap akan tumbuh. Tetapi pertumbuhan itu tidak boleh menambah beban negara. Kami ingin Batam menjadi kawasan yang kuat secara ekonomi, mandiri dalam pembiayaan, dan tetap memiliki kepedulian terhadap kebutuhan daerah lain,” ucap Li Claudia Chandra.