BRICS Siapkan Mata Uang Pengganti Dolar AS, Ekonom: Ide Konyol!
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mendesak BRICS untuk mengembangkan alternatif yang serius terhadap dolar menggunakan bobot gabungan ekonomi mereka.
“Mengapa kita tidak bisa berdagang berdasarkan mata uang kita sendiri? Siapa yang memutuskan bahwa dolar adalah mata uang setelah hilangnya standar emas?" ujar Lula dalam perjalanan kenegaraan ke China pada bulan April seperti dilaporkan Financial Times.
Terlepas dari pembahasan de-dolarisasi yang tengah berlangsung, hampir 60 persen cadangan mata uang global disimpan dalam dolar AS per 2022, dan 88 persen transaksi internasional menggunakan dolar, menurut data IMF. Wall Street tampaknya juga tidak mengkhawatirkan pesaing serius bagi greenback.
Co-chief Investment Officer Certuity, Dylan Kremer menyebut, pengembangan mata uang umum BRICS hanyalah jalur pembicaraan, merujuk pada poin pembicaraan yang dibawa oleh tenaga penjualan ke pertemuan klien. Menurutnya, negara-negara BRICS ketika digabungkan tidak memiliki stabilitas politik untuk membuat investor percaya diri dengan mata uang gabungan.
“Tidak ada ancaman langsung terhadap dolar selama 10 tahun ke depan. Setiap ancaman terhadap dolar atau pesaing terhadap dolar akan menjadi efek bola salju yang bergerak lebih lambat,” ucap Kremer kepada Fortune.