Webinar Series MNC Fest

Buat Produk Baru, Awas Jangan Plagiat

Giri Hartomo ยท Selasa, 03 November 2020 - 18:17:00 WIB
Buat Produk Baru, Awas Jangan Plagiat
Produk yang diamati dan ditiru harus dimodifikasi agar tidak dinyatakan sebagai plagiat. (Foto: MNC Media)

JAKARTA, iNews.id - Istilah Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM) menjadi andalan beberapa orang untuk menghasilkan produk-produk baru inovatif. Namun, apakah ATM ini bisa menjadi sesuatu yang dianggap legal atau sama seperti plagiatisme?

Founder and President Director HELLOMOTION Wahyu Aditya mengatakan, ATM menjadi sesuatu yang normal dan wajar. Asalkan produk yang diamati dan tiru itu harus dimodifikasi agar tidak dinyatakan sebagai plagiat.

"Mungkin yang harus dihindari adalah palgiatisme, dimana kita mengklaim karya orang lain menjadi karya kita. Tapi kalau ATM sah-sah saja, tapi harus dimodifikasi," ujarnya, dalam Webinar Series MNC Fest, Selasa (3/11/2020).

Modifikasi yang dilakukan harus besar-besaran agar tidak disebut sebagai plagiat. Karena dalam beberapa kasus, ada beberapa orang yang justru hanya melakukan modifikasi dengan kapasitas 5 persen saja dengan alasan produknya sudah sukses di pasaran.

"Kalau tidak dimodifikasi hanya meniru, modifikasinya hanya 5 persen, itu yang harus dihindari dan itu banyak sekali orang-orang mengamati dan meniru dengan alasan, itu sudah sukses kenapa harus dimodifikasi lagi jadi akhirnya menyerempet ke plagiat," katanya.

Menurut Wahyu, dalam mencari produk yang orisinil di era saat ini sangat sulit. Menurutnya, karya original biasa tidak dipengaruhi siapa-siapa.

Editor : Dani M Dahwilani

Halaman : 1 2