CEO Grab: Omzet Transportasi Online Turun Dua Digit

Rahmat Fiansyah ยท Jumat, 17 April 2020 - 09:22 WIB
CEO Grab: Omzet Transportasi Online Turun Dua Digit

CEO & Co-founder Grab, Anthony Tan. (Foto: Ist)

SINGAPURA, iNews.id - Grab bersiap menghadapi resesi ekonomi akibat wabah virus corona (Covid-19). Sejauh ini, bisnis transportasi online milik Grab terdampak paling serius.

"Persentase GMV (omzet) bisnis transportasi kami turun dua digit di beberapa negara," kata CEO & Co-founder Grab, Anthony Tan dikutip dari CNBC, Jumat (17/4/2020).

GMV (Gross Merchandising Value) menjadi acuan startup untuk mengukur omzet yang dihasilkan dari penjualan barang dan jasa dari platform.

Tan mengatakan, model bisnis Grab yang beragam cukup membantu penurunan omzet dari transportasi online. Saat ini, kata dia, Grab berupaya mendongkrak bisnis antar makanan (food delivery) dan bahan pokok (groceries).

Dia mengakui kenaikan bisnis di luar transportasi online saat ini belum menutupi penurunan omzet transportasi online. Namun, Tan yakin tranportasi online tetap menjadi bisnis inti (core business) Grab.

"Kalau kita lihat ke depan, saya rasa transportasi tetap menjadi pasar yang penting, sehingga kami memilih mengantisipasi tingginya permintaan setelah lockdown," ucapnya.

Grab saat ini beroperasi di 339 kota yang tersebar di delapan negara, terutama Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Semua negara tempat Grab beroperasi memberlakukan social distancing, sehingga membuat permintaan akan transportasi anjlok.

Tan mengatakan, kondisi itu memengaruhi penghasilan mitra pengemudi Grab. Oleh sebab itu, perusahaan telah menginvestasikan hampir 40 juta dolar AS untuk membantu mitra Grab, termasuk yang terpapar virus korona.

"Diharapkan mereka bisa fokus memulihkan diri dan tidak terlalu memikirkan mereka makan apa," ujar Tan.

Lulusan Harvard Business School tersebut optimistis Grab mampu melewati resesi akibat Covid-19. Pasalnya, likuiditas perusahaan cukup memadai.

"Karena sangat mengandalkan investor, kami beruntung saat ini memiliki likuiditas yang bisa membuat kami melewati, apakah itu resesi 12 bulan atau 36 bulan," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah