China hingga Jerman Berebut Proyek Bandara Lombok
Faik mengatakan, AP I membuka seleksi mitra strategis pengembangan dan pengelolaan Bandara Lombok yang melingkupi penyediaan dan pengoperasian dengan skema D-B-F-O-T (design-build-finance-operate-transfer) dengan estimasi jangka waktu 30 tahun.
"Perkiraan nilai proyek ini sekitar Rp10,3 triliun dengan pengembalian investasi kerja sama dilaksanakan melalui mekanisme pembayaran oleh pengguna jasa dalam bentuk tarif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," ucap Faik.
Kerja sama ini merupakan upaya AP I untuk menjadikan Bandara Internasional Lombok menuju kelas dunia melalui peningkatan fasilitas dan kualitas layanan serta mengembangkan konsep airport city yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dari bisnis nonaeronautika.
"Calon mitra nantinya juga diharapkan dapat ikut mempromosikan Lombok sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik yang dimiliki Indonesia kepada dunia sehingga mendukung peningkatan trafik pesawat udara dan wisatawan mancanegara di Tanah Air," ucap Faik.
Tahap selanjutnya setelah proses aanwijzing yaitu melakukan penyusunan dokumen kualifikasi oleh calon mitra (5-9 Oktober 2020), jawaban untuk pertanyaan klarifikasi (19 Oktober 2020), penyerahan dokumen klarifikasi (15 Desember 2020), klarifikasi dokumen kualifikasi yang dikirimkan (10-15 Januari 2021), evaluasi dokumen kualifikasi (16 Desember-28 Januari 2021), dan pengumuman hasil prakualifikasi (29 Januari 2021).
AP I saat ini sedang melakukan pengembangan Bandara Lombok. Pengembangan ini dilakukan untuk mendukung rencana penyelenggaraan MotoGP pada 2021 di Mandalika, Lombok, NTB.
Pengembangan dilakukan melalui perpanjangan landas pacu (runway) dari sebelumnya hanya 2.750 meter menjadi 3.330 meter dan perluasan terminal menjadi 40.000 meter persegi yang dapat menampung hingga 7 juta penumpang per tahun dari kapasitas sebelumnya 3,25 juta penumpang per tahun.
Editor: Rahmat Fiansyah