Deretan Biaya yang Bikin Generasi Muda Korsel Malas Menikah, Apa Itu?

Jeanny Aipassa ยท Rabu, 30 November 2022 - 06:38:00 WIB
Deretan Biaya yang Bikin Generasi Muda Korsel Malas Menikah, Apa Itu?
Ilustrasi pernikahan. (Foto: dok iNews)

SEOUL, iNews.id - Hasil survei sosial terbaru Statistics Korea menunjukkan generasi Korea Selatan (Korsel) malas menikah. Survei tersebut mencatat rata-rata 6 dari 10 orang Korsel berusia 20-30 tahun berpikir menikah bukan lagi keharusan. 

Dikutip dari The Korean Times, sekitar 53,5 persen responden dari generasi muda Korsel berusia 20-30 tahun mengatakan menikah bukan keharusan atau tak apa-apa jika tak menikah. 

Sekitar 6,4 persen diantaranya bahkan memutuskan untuk tidak menikah. Hanya sekitar 40,1 persen responden generasi muda Korsel di usia 20-30 tahun yang menilai menikah adalah keharusan. 

Survei tersebut juga mengungkap alasan utama generasi muda Korsel malas menikah adalah keterbatasan uang karena deretan biaya yang tinggi jika berumah-tangga.  

Berikut deretan biaya hidup yang bikin generasi muda Korsel malas menikah, seperti dirangkum iNews.id dari berbagai sumber, Rabu (30/11/2022): 

1. Biaya Pernikahan

Biaya pernikahan di Korsel minimum sekitar Rp200 juta sampai Rp300 juta. Itupun untuk kelas menengah ke bawah. Hal ini membuat banyak pasangan kekasih di Korea Selatan memutuskan untuk hidup bersama tanpa ikatan pernikahan atau hanya mencatatkan pernikahan secara administrasi ke catatan sipil dibandingkan menggelar pesta pernikahan. 

2. Biaya Hidup

Biaya hidup rumah tangga di Korsel minimum sebesar Rp30 juta per bulan untuk kelas menengah ke bawah. Jika sudah memiliki anak, biayanya meningkat minimum sekitar Rp40 juta, belum lagi dengan biaya pendidikan anak. 

3. Biaya Sewa Rumah

Biaya sewa rumah bulanan di Korsel untuk ukuran studio atau kosan seperti di Indonesia sekitar 150.000-280.000 won atau sekitar 300.000 won atau sekitar Rp4 juta, itupun jika lokasinya berada di pinggiran kota. Jika lokasi kosan agak ke pusat kota, biaya sewanya sekitar 500.000 won atau setara Rp6,6 Juta per bulan. 

Sementara untuk sewa bulanan apartemen di Seoul berkisar antara 5 juta won sampai 6 juta won atau sekitar Rp67,632 juta sampai Rp80,215 juta per bulan. 

Biaya tersebut, belum ditambah dengan uang kunci (jaminan) yang harus dibayar sebelum menyewa rumah. Rasio uang kunci minimum antara 3-10 kali lipat dari biaya sewa bulanan. 

Setidaknya Anda harus membayar biaya kunci sekitar 3 juta won sampai 5 juta won atau sekitar Rp39,321 juta sampai Rp67,632 juta untuk rumah ukuran studio. 

Sedangkan biaya kunci untuk apartemen ukuran studio sekitar 10 juta won atau sekitar Rp133,692 juta. Sedangkan biaya sewa apartemen dengan ukuran lebih besar di Seoul rata-rata sekitar 1 juta KRW atau setara Rp13,369 miliar. 

4. Biaya Utilitas

Biaya utilitas merupakan biaya bulanan untuk layanan yang mencakup keamanan gedung, kebersihan, pemeliharaan elevator, hingga internet. Biaya utilitas ini sekitar 100.000 won atau sekitar Rp1,336 juta per bulan.

5. Biaya Beli Rumah

Secara umum, dapat dikatakan bahwa membeli rumah di Korsel mahal. Meskipun pemerintah Korsel mengambil kebijakan untuk mengendalikan harga rumah, namun spekulasi harga tak dapat dihindari apalagi untuk wilayah Seoul. Itu sebabnya, sebagian besar warga menengah Korsel memilih membeli rumah di pinggiran Kota Seoul

Biaya beli rumah di Korsel sekitar 1,5–2,5 juta won atau sekitar Rp2,044 miliar hingga Rp3,381 miliar untuk apartemen kecil atau studio. Sedangkan harga rumah ukuran lebih besar minimun 4 juta won atau sekitar Rp5,347 miliar. 

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda