Diawasi Ketat Secara Global, 64 Perusahaan Kripto Batal Mendaftar ke Regulator Keuangan Inggris

Jeanny Aipassa ยท Selasa, 29 Juni 2021 - 08:05:00 WIB
Diawasi Ketat Secara Global, 64 Perusahaan Kripto Batal Mendaftar ke Regulator Keuangan Inggris
Kantor Otoritas Keuangan Inggris atau Financial Conduct Authority (FCA). (foto: Istomewa)

LONDON, iNews.id - Regulator Keuangan Inggris, Financial Conduct Authority (FCA), membeberkan sejak Januari 2021 tercatat 64 perusahaan kripto membatalkan niat untuk mendaftar secara resmi. Salah satunya adalah platform pertukaran uang kripto, Binance, yang telah dilarang beroperasi di Inggris, mulai 25 Juni 2021.

FCA menyatakan, banyak perusahaan kripto yang mengurungkan niat mendaftar secara resmi terkait dengan pengawasan global yang semakin ketat. 

Sejauh ini, hanya ada enam perusahaan kripto yang terdaftar secara resmi di Inggris, dengan lusinan lainnya telah menyampaikan aplikasi pendaftaran, namun masih dinilai belum "layak". 

"Sedangkan sekitar 64 perusahaan kripto telah menarik aplikasi (pendaftaran, Red) mereka. Jumlahnya meningkat dari 51 perusahaan kripto pada awal Juni 2021, seiring dengan semakin ketatnya pengawasan global terhadap transaksi uang kripto," kata sumber FCA secara anonim, seperti dikutip Reuters, Senin (28/6/2021).  

Dia mengungkapkan, peningkatan jumlah perusahaan kripto yang membatalkan aplikasi pendafataran mereka secara resmi kepada FCA telah meningkat sekitar 25 persen dalam waktu sebulan terakhir. 

FCA juga telah melarang sejumlah perusahaan kripto beroperasi di negara itu, termasuk melarang Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia, pada Jumat (25/6/2021). Sebelumnya, Binance telah menarik aplikasi pendaftaran di FCA, pada pertengahan Mei 2021. 

Mulai Januari 2021, FCA memperketat pengawasan terhadap perusahaan kripto dan afiliasinya, dengan mensyaratkan harus mendaftar secara resmi ke FCA. Hal itu, dilakukan FCA untuk mengawasi kepatuhan terhadap undang-undang sektor keuangan yang berlaku, sekaligus untuk mencegah pencucian uang dan pendanaan teroris melalui mata uang kripto. 

Pihak Binance menolak berkomentar mengenai kebijakan terbaru yang dikeluarkan FCA, namun memastikan akan bekerja sama dengan regulator dan penegak hukum untuk memajukan keamanan dan keberlanjutan dalam industri sambil memberikan layanan dan perlindungan terbaik kepada pengguna.

Binance, didirikan oleh Changpeng Zhao (Kanada), yang sekaligus menjadi salah satu pemain paling signifikan di dunia crypto. 

Platform Binance menawarkan layanan mulai dari perdagangan token digital hingga derivatif, serta teknologi baru seperti versi saham yang di-token. Namun struktur regulasinya tidak jelas.

Juru bicaranya menolak berkomentar di mana perusahaan induknya berbasis, menggambarkan Binance sebagai "terdesentralisasi". Dalam beberapa bulan terakhir, Binance telah ditargetkan oleh regulator keuangan di seluruh dunia, karena dikhawatirkan menjadi fasilitas untuk pencucian uang dan pendanaan teroris. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: